Detak Papua
NEWS TICKER

POLEMIK DUA ORGANISASI KEPEMUDAAN DI JAYAPURA BERAKHIR DAMAI

Senin, 4 Oktober 2021 | 10:10 pm
Reporter: Daniel eluay
Posted by: Detak Papua
Dibaca: 409

Insert : Korban dan Pelaku saat berswafoto bersama  para Saksi, di Polres Jayapura, (daniel).

 

Sentani – Jayapura | DetakPapua.com.|| Kurang lebih dua bulan lamanya, polemik antara Organisasi Kepemudaan HIMAPURA dan IMPAS, akhirnya diselesaikan dengan jalan damai. Penyelesaian damai antara kedua OKP ini melibatkan korban (pelapor) Austen E Yakarimilena  dan pelaku (tersangka) James G Tokoro dan Astus Puraro.

Sebelum dilakukan penyelesaian secara damai, berbagai upaya dilakukan untuk penyelesaian masalah ini. Namun tidak pernah ada titik temu, sampai akhirnya harus melibatkan para senior dari dua organisasi tersebut. Hingga pada akhirnya polemik tersebut dapat diselesaikan dengan baik.

Sebelum dilakukan penanda tanganan berita acara serta perjanjian damai, pelaku di berikan kesempat untuk mengklarifikasi beberapa hal yaitu  :

  1. Kami dengan sadar meminta maaf atas tindakan yang merugikan saudara Austin secara pribadi dan Organisasi.
  2. Kami minta maaf untuk semua informasi yang beredar di media sosial yang mengakibatkan saudara Asutin tidak nyaman dan kecewa.
  3. Terkait dengan pernyataan nomor 2 (dua) bahwa berita yang berkembang di media sosial, seperti ada Ondoafi yang menjaminkan diri menggantikan kedua pelaku. itu tidak benar.
  4. Saudara Austin, dengan kesadaran sendiri datang dan bertemu dengan kami untuk menyelesaikan masalah ini secara damai, tanpa ada unsur paksaan dari pihak manapun.

Menurut James G Tokoro (pelaku), kepada wartawan, mengatakan, Kami siap menyanggupi segala permintaan yang tertuang dalam surat pernyataan damai. “Awalnya Kami berpikir ini masalah internal OKP, namun sudah terjadi dan Kami berterima kasih kepada Saudara Asuten yang sudah datang untuk bisa selesaikan masalah ini dengan baik. Dan kedepan tidak akan ada lagi persoalan yang terjadi dan pada hari ini antara Himapura dan Impas kita sudah damai ” kata Gustav.

Ditambahkan James Gustav Tokoro, secara pribadi dan sebagai tokoh pemuda juga untuk semua teman – teman Pemuda, ini adalah sebuah proses pembelajaran. Oleh sebab itu  kedepan jika ada persoalan, harus dapat diselesaikan secara Organisasi dan kekeluragaan.

Korban Asuten E Yakrimelena, ketika diwawancarai memgatakan, ada beberapa perjanjian kesepakatan yang diberikan kepada pelaku untuk dipertanggung jawabkan.

  1. Pihatk 1,2 dan 3 tidak ada dendam dan tidak mengulangi perbuatan yang sama dikemudian hari.
  2. Semua pihak yang terlibat dalam persoalan ini dapat menerima keputusan yanb di ambil dalam penyelesaian persoalan ini.

Segala kerugian yang timbul akibat perbuatn pihak ke II dan III akan ditanggung dan diselesaikan oleh pihak II dan III :

Pemulihan nama baik lewat media, cetak, radio dan online

  1. Menanggung kerugian biaya yang terjadi pada kegiatan MUBES HIMAPURA Rp. 50.000.000,-
  2. Dalam rangka melakukan perdamaian ini, pihak I siap mencabut Laporan dari Kepolisian (LP) terkait kasus pemukulan, tegas Yakarimelana. Perjanjian perdamaian tersebut ditandai dengan penanda tanganan SURAT PERJANJIAN DAMAI diatas meterai 10.000.

Turut hadir dalam cara perdamaian tersebut sekaligus sebagai saksi, Dr. Jhon M Wally, Hanny Felle. (saksi dari pihak II dan III atau pelaku) Billi Suwae dan Viktor Apaserai (saksi dari pihak I (korban), korban juga membawa Kuasa Hukum, dalam penyelesaian secara damai ini. Usai penanda tanganan Surat Perjanjian Damai, dilanjutkan dengan foto bersama, (daniel).

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *

© 2020 Detak Papua. All Rights Reserved.
Design by Velocity Developer