RISALAH PERTEMUAN KE TIGA “THE MANSINAM” DENGAN TOPIK SELEKSI KARYA SENI & BUDAYA ETNO PAPUA

Manokwari detakpapua.com.|| Yayasan Bejana (BEJ) kembali melakukan pertemuan virtual bersama anak-anak muda Papua di Manokwari. Pertemuan melalui zoom ini merupakan pertemuan ketigakalinya setelah pertemuan pertama pada 5 November 2021 lalu dan pertemuan kedua pada tanggal 12 November lalu. Pertemuan ini dipandu oleh Dr. Edmond Analau, MM, dihadiri oleh Pimpinan Bejana yakni Bapak Ir. Robinson Haloho dan Bapak Harun Mandabayan, Sekretaris Bejana.

Pertengahan Oktober 2021 kami bertemu Bapak Harun Mandabayan pemilik gagasan “The Mansinam“ dan/atau “Mansinam“. Setelah membangun komunikasi dengan bapak Harun Mandabayan inilah kemudian membawa kami sebagian anak-anak Papua yang sebelumnya terlibat dalam Papua Talen untuk kemudian terhubung melalui zoom meeting dengan seluruh pimpinan Yayasan Bejana, satu-satunya yayasan yang punya Hak Cipta Kekayaan Intelektualitas Film atas nama judul “The Mansinam dan/atau “Mansinam“ sesuai dengan laman Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Dashboard – E-Hakcipta (dgip.go.id)

Kami sudah tergabung dalam grup The Mansinam walaupun masih sebagian kecil. Namun ada hal luar biasa yang kami rasakan setelah tiga kali melakukan zoom meeting bersama segenap  Pimpinan Yayasan Bejana. Seperti yang sudah saya singgung diatas, bahwa kami sudah melakukan pertemuan virtual, pada tanggal 5, tanggal 12 dan tanggal 19 November 2021. Tanggal 5 kami mulai dengan perkenalan. Dalam perkenalan ini juga dibahas terkait hak cipta The Mansinam dan semua proses yang sudah dimulai sejak 2016 lalu, dengan menampilkan bukti-bukti dokumen seperti hak cipta dan perjalanan menyiapkan program The Mansinam yang sudah dimulai sejak 5 tahun ini.

Pada Tanggal 12 kembali diadakan pertemuan virtual bersama Yayasan Bejana dengan topik Tanah Injil Papua. Pertemuan kali ini juga dihadiri Yekinson Telenggen, Wakil Presiden IMAPA (Ikatan Mahasiswa Papua Amerika dan Canada). Zoom Meeting Grup The Mansinam dengan topik Tanah Injil Papua antara lain membahas tentang panggilan untuk berkreasi dalam program Mansinam. “Tujuan di tahap awal ini kami ingin mereka di Tanah Papua membuat kreasi seni, budaya tentang Injil di Mansinam atau Sejarah Sakral Papua mengenai Mansinam sebagai tempat awal  perubahan masyarakat Papua yang beroleh keselamatan dan transformasi dari perbudakan dosa dan sistem menjadi orang-orang merdeka dalam TUHAN.

Hal ini sesuai dengan apa yang sudah dikumandangkan oleh misionaris Belanda, Izaak Samuel Kijne 1923-1958 yang telah membangun secara sukses komunitas-komunitas Papua dalam berbagai aspek yaitu pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan bahkan juga dalam seni tulis, pahat, suara, lagu, musik, tarian, drama yang terterkait sosial budaya.  Bahkan Yayasan Bejana siap mengakomodir hasil karya seni dari individu dan kelompok orang-orang Papua yang bertema Mansinam dengan sejarahnya. Yayasan Bejana akan menyiapkan tim seleksi yang terdiri dari Seniman dan artis ternama di Indonesia dan juga Internasional. Selain itu hasil kreasi pilihan dan unggulan yang sesuai dengan cerita perubahan yang dibawa Ottow & Geissler di Mansinam dengan warna seni ethnic Papua akan kita buatkan Hak Cipta Intelektual dalam Program Mansinam ini. tulis Dr. Edmond dalam Whattsapp grup The Mansinam dan tentunya kami hormati hasil kreasi semua rekan-rekan Papua dan tidak akan menjiplak dan serobot hasil usaha rekan-rekan. Karena kami tahu nilai adil dan benar dalam bekerja seperti dalam Firman Allah.

Tanggal 19 November 2021 pertemuan virtual kami mulai kembali dengan Topik Seleksi Karya Seni & Budaya Etno Papua untuk Mansinam. Dalam pertemuan ini juga sempat me-reviuw pertemuan minggu lalu. Dalam pertemuan kali ini juga disinggung soal pentingnya seorang copywriter yakni; orang yang bertugas menulis setiap kegiatan yang dilakukan oleh yayasan Bejana dan Tim, selain itu juga tim ini memerlukan penulis atau peneliti.

Dr. Edmond menyampaikan dalam pertemuan dengan topik Seleksi karya seni dan budaya Etno Papua ini yang dicari adalah semua hal yang berhubungan dengan budayanya orang Papua, baik musik, lagu, tarian dan mungkin juga kebiasaan-kebiasaan orang Papua yang memang hanya ada di Tanah Papua. Terkait topik pembahasan zoom kali ini pimpinan Yayasan Bejana Bapak Robinson Haloho juga menyampaikan terkait kreasi lagu, harmonisasi syair dan musik yang tentunya berhubungan dengan Mansinam dan sejarah pemberitaan Injil. Bahkan pimpinan Yayasan Bejana ini siap menjembatani musisi dan penyanyi Papua untuk berkonsultasi dengan musisi Indonesia sehingga memiliki aransemen yang bukan saja menarik tetapi berkualitas.

Dalam pembahasan terkait topik kali ini (seleksi Karya Seni dan Budaya Etno Papua) Dr. Edmond Analau, juga menjelaskan untuk karya seni lagu-lagu perlu dalam jumlah yang cukup banyak bisa dalam bahasa Indonesia bisa juga dalam bahasa daerah. Dalam kesempatan ini Miryam Yenu yang juga salah satu talent yang pernah tergabung dalam PTM (Papuan Talen Manajemen) juga berpandangan bahwa untuk menunjukan buah-buah injil itu tidak terlepas dari musik, pujian dan tari-tarian. Ia juga berpandangan perlu menggali apa yang tersembunyi supaya menampilkan bagian dari kekayaan seni dan budaya juga kreativitas Papua yang tersembunyi dalam berbagai denominasi gereja dan suku di Papua untuk memuliakan TUHAN.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *