Detak Papua
NEWS TICKER

EKSAN MOSA’AD : AUDIT MANAJEMEN KASUS STUNTING PENTING SEBAGAI SALAH SATU ‘ALAT’ INTERVENSI

Selasa, 16 Agustus 2022 | 10:21 pm
Reporter:
Posted by: Detak Papua
Dibaca: 75

Insert Photo : Sekretaris Bapeda Kabupaten Fak-Fak Eksan Mosa’ad 

 

Fakfak Detak Papua || Percepatan penurunan Stunting yang dicanangkan secara Nasional melalui Peraturan Presiden RI Nomor 72 Tahun 2021 menjadi salah satu agenda yang tidak kalah penting dengan agenda pembangunan lainnya. Jumlah Anak stunting atau pendek dan sangat pendek di Indonesia sesuai data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia kurang lebih 1.310.847 atau 26,92%. Di Provinsi Papua Barat, Jumlah angka stunting mencapai 27.000 anak.  Jumlah anak stunting di Kabupaten Kota di Papua Barat cukup variatif. Kabupaten fakfak misalnya, Jumlah prevalensi stunting 2.057 (dua ribu Lima Puluh Tujuh) data SSGI Tahun 2021. Bukan suatu hal yang biasa. Angka ini merupakan angka yang cukup tinggi untuk ukuran satu Kabupaten. Upaya Penurunan angka Stunting di Kabupaten Fak-fak terus dilakukan. Belum lama ini Pemerintah Daerah Kabupaten Fak-fak bersama Tim Perwakilan BKKBN Papua Barat  serta ahli Gizi, Dokter Ahli Ibu dan Anak, terlibat dalam Fokus Grup Diskusi (FGD) Audit Manajemen Kasus Stunting.

Audit Manajemen Kasus Stunting ini dibuka oleh Wakil Bupati Fak-Fak, Yohana Dina Hindom,yang juga merupakan Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Fak-Fak. FGD audit Manajemen Kasus Stunting ini juga dihadiri oleh Sekretaris Bapeda mewakili Kepala Bapeda EKsan Mosa’ad, dan  juga sejumlah tenaga Kesehatan dari beberapa Puskesmas di Kabupaten Fak-fak.

Pada kesempatan ini Sekretaris Bapeda Eksan Mosa’ad ketika diwawancarai media ini menyampaikan, untuk melaksanakan percepatan penurunan Stunting perlu beberapa hal penting yang harus dilakukan oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Fak-fak yang notabene sudah dimulai, misalnya dengan melakukan pemetaan masalah, dan menetapkan Lokasi Fokus sasaran, sehingga kita bisa menemukan Kasus-Kasus yang terjadi di Masyarakat agar dapat dilakukan intervensi.

Eksan Menyampaikan, intervensi dalam rangka Percepatan Penurunan Prevalensi Stunting ini bukan saja dilakukan terhadap Bayi, Balita dan Baduta saja, tetapi sudah harus dilaksanakan dari hulu ke hilir dengan sasaran utama Remaja Putri dan Calon pengantin untuk memutus mata rantai Prevalensi Stunting. Ia melanjutkan Karena terjadinya Stunting pada anak juga dipengaruhi oleh multi faktor seperti Faktor Kemiskinan, kurangnya pengetahuan, dan juga pengaruh kultur suatu masyarakat. Sehingga perlu duduk bersama untuk mengurai kasus Stunting ini agar dapat menarik benang merah persoalan sehingga pelaksanaan Intervensi nantinya tepat sasaran.

Mosa’ad juga menyampaikan Audit Manajemen Kasus Stunting merupakan salah satu kegiatan yang sudah menjadi agenda Nasional. Ditambahkannya Audit Manajemen Kasus Stunting yang agenda Pelaksanaannya dua kali dalam satu tahun ini penting dilakukan agar upaya pencegahan terhadap naiknya angka prevalensi Stunting dapat di cegah. Sekretaris Bapeda ini menyampaikan jika pelaksanaan Audit dilakukan dan deteksi dini Stunting bisa dicapai, maka, langkah selanjutnya tinggal mengeluarkan rekomendasi sebagai alat menentukan arah kebijakan penanggulangan masalahnya,karena akan berhubungan dengan penganggaran di lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tutupnya.(MJ)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Name *

© 2020 Detak Papua. All Rights Reserved.
Design by Velocity Developer