Detak Papua
NEWS TICKER

BUKU ANTALOGI PUISI “BIDADARI DARI TIMUR DAN SETUMPUK SURAT YANG TIDAK SEMPAT DIBERIKAN KEPADA TUAN” DISOROTI PEMBACA

Senin, 5 September 2022 | 12:32 am
Reporter: Jimmy Maloali
Posted by: Detak Papua
Dibaca: 218

Insert : Cover Antologi Puisi Bidadari Dari Timur

 

Fak-Fak- DetakPapua|| Buku Bidadari Dari Timur dan Setumpuk Surat Yang Tidak Sempat Diberikan Kepada Tuan terbit pada Sebtember 2021 melalui penerbit One Peach Media, merupakan buku pertama yang berisikan puisi-puisi yang bertemakan cinta, motivasi, perjuangan, dan juga alam karya anak-anak Papua. Buku ini merupakan salah satu hasil dari program kerja KKN kelompok Anggori 02 yang diusul oleh sang Penulis Yohanes Kabes yang dikenal dengan nama pena Johanz Valkason.

Melalui Goodreads beberapa puisi mendapati sorotan dari para pembaca, mereka mengatakan bahwa puisi karya para penulis di dalamnya merupakan satu kesatuan yang seolah bercerita tentang perasaan seorang wanita dari timur yang memendam berbagai macam perasaan dan emosi yang tidak sempat diberikan kepada sang Tuan. Ada juga yang mengatakan bahwa puisi-puisi yang ada di dalamnya jika dimaknai dengan baik, akan memberikan motivasi dan juga dorongan hingga semangat juang.

Ketiga Puisi karya Yohanes Kabes berjudul; “Bidadari Dari Timur”, dinilai merupakan penyampaian tentang emosi terpendam dari sang bidadari yang dimaknai sebagai sebuah negeri yang direbut tetapi setelah itu diterlantarkan, sang pengarang menyampaikan puisi ini dalam kisah cinta antara seorang bidadari dan dua orang pria yang merebutnya. Puisi, “Kepada Tuan”, bercerita tentang dendam yang mandarah daging, atau semacam trauma dari sekelompok rakyat yang sensitif jika disentil sedikit saja. “Blood Sucker”, karya Yohanes Kabes bercerita tentang kebingungan atau serba salah sekelompok manusia dalam sebuah kebenaran, menghadapi para pencuri yang digambarkan sebagai vampire pada sebuah negeri. Selain puisi karya Johanz, ada beberapa yang juga ikut dibicarakan, misalnya karya dari Wiama Bali, Nan Kahom Nowama, dan Hillary.

Yohanes Kabes pada media mengatakan sempat dihubungi oleh beberapa pembaca, mengajak diskusi perihal puisi-puisi yang ada di dalamnya dan arti dari setiap puisi yang ada namun ia menolak memberikan jawaban. Penulis sekaligus pemenang Internasional Exellence Awards dengan kategori Outstanding Young Profesional of The Year pada Juli lalu ini mengatakan, “Saya memang dihubungi oleh berapa pembaca, ditanya perihal arti sebenarnya dari puisinya, ada yang bilang puisinya pasti tentang beberapa kisah kelam yang terjadi di Papua di masa lalu, rasisme, ada juga yang sampai bilang tentang tambang emas, atau buah pala di Fakfak yang katanya harganya kurang jelas dan tidak ditelusuri oleh pemerintah, tentang mahasiswa yang berdemo…”, sambil tertawa melalui telpon sang pengarang sekaligus yang memiliki ide untuk buku ini melanjutkan, “Banyak spekulasi, tapi yang namanya puisi tetap puisi, pengarang atau penulis tetap begitu. Kita menulis berdasarkan apa yang kita dengar mau pun kita lihat terlepas dari hal itu benar atau salah kita mencoba ikut merasakan dan menuangkan dalam bentuk tulisan. Yang namanya puisi, selalu ada arti tersendiri bagi pengarang, maksud tersendiri, hingga kode-kode yang disisipkan dalam karyanya. Biarkan para pembaca memaknai sendiri, berspekulasi, dan mengartikan menurut pendapat mereka. Tidak ada yang perlu diklarifikasi, baik dari saya mau pun anak-anak penulis yang lainnya.” Tutup Yohanes Kabes.

Terlepas dari semua itu, apakah Johanz dan teman.teman penulis mencoba memahami sebuah ketidak adilan dalam beberapa hal?, lalu apa arti sebenarnya dari kutipan Johanz Valkason yang mengatakan, “Menulislah hari ini dan kamu akan menjadi manusia sejarah di masa yang akan datang?” yang terletak di halaman 77 dari buku, Bidadari Dari Timur Dan Setumpuk Surat Yang Tidak Sempat Diberikan Kepada Tuan. ‘?” Namun sebagai Goodreads Author, Yohanes Kabes berharap agar semua penulis mendapat support dari para pembaca untuk semua penulis di Papua, baik yang baru mau pun yang senior. Mereka para penulis tetap membutuhkan penilaian dari para pembaca atas kerya mereka agar tetap semangat berkarya dan berkembang. Buku Bidadari Dari Timur diberikan apresiasi baik di goodreads, dan penulis tetap membutuhkan kritik atas karya yang dibuat.

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Name *

© 2020 Detak Papua. All Rights Reserved.
Design by Velocity Developer