GUBERNUR PAPUA LUKAS ENEMBE PERTANYAKAN SERBUAN HOAX PADA DIRINYA

*Juru Bicara Gubernur Papua, M.Rifai Darus,SH.,MH ketika Jumpa Pers bersama Awak Media

Jakarta-detakpapua.com.|| Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe mempertanyakan serbuan hoax yang membabi buta yang ditujukan kepada dirinya, baik selaku Kepala Daerah maupun sebagai Warga Negara Indonesia seakan tidak pernah musnah. Hoax terhadap Gubernur Papua kian hari terus ber-eskalasi dan cenderung subversif.

Dalam jumpa perss yang dilaksanakan di The Hotel Sultan Jakarta ini disampaikan oleh Juru Bicara Gubernur Lukas enembe  “Perlu diinformasikan bahwa hoax yang beredar hari ini adalah mengenai “Gubernur Papua dideportasi oleh Singapura.”

Juru bicara Lukas Enembe, Muhammad Rifai Darus,dalam membcakan  Press release menyampaikan bahwa informasi tentang Gubernur Lukas enembe di Deportasi oaleh Singapura sama sekali tidak benar atau berita bohong. Menurut Jubir Gubernur Papua dalam membacakan press release tersebut, mereka (kelompok pembuat dan penyebar hoax) menggunakan teknik imposter content (konten tiruan) dan fabricated content (konten palsu) dalam memproduksi konten hoax tersebut. Rifai Darus menyatakan; Kami menemukan bahwa berita yang tersebar menggunakan “screen capture” atau tangkapan layar (bukan berupa link/tautan sebuah website). Konten gambar tersebut memuat berita yang dipublikasikan oleh (seolah-olah) media Detiknews.com dan bahkan sampai memanipulasi tampilan laman website resmi Kementerian Dalam Negeri Singapura.

Pernyataan berikutnya yang disampaikan dalam press release ini, berdasarkan hasil penelusuran yang kami lakukan, kedua gambar yang disebar secara masif tersebut merupakan hasil edit yang ditujukan untuk mengelabui para pembaca melalui pencantuman logo dan konten dari salah satu media nasional yang besar dan juga mengimitasi laman website Kementerian Dalam Negeri Singapura. Oleh sebab itu, kami meminta agar masyarakat dapat bijak apabila menerima kiriman pesan seperti itu.

Selanjutnya Gubernur Lukas Enembe berujar bahwa tindakan pelaku pembuat dan penyebar hoax ini tampaknya terlalu arogan dan sudah diluar nalar. Perbuatan yang mereka lakukan dengan membawa “Kementerian Dalam Negeri Singapura” dalam pusaran konten hoax tentu akan membuat malu bangsa kita di mata pergaulan regional ASEAN.

Gubernur memohon kepada aparat penegak hukum untuk dapat bergerak dengan cepat dalam menemukan kelompok subversif ini. Mereka sudah secara nyata merusak nama baik Negara Indonesia, Provinsi Papua dan Kepala Daerah Provinsi Papua serta merendahkan martabat seseorang dan membohongi pikiran banyak orang.

Lebih lanjut dalam press release ini disampaikan kondisi penyebaran hoax seperti ini tentunya menghadirkan paranoid bagi banyak pihak, sebab jika pejabat negara atau pejabat daerah saja dapat dengan mudah dirusak reputasinya dengan berita hoax, lantas bagaimana negara dapat melindungi rakyat secara umum?

Diakhir pernyataan melalui press release ini disampaikan, apabila kelompok pembuat dan penyebar hoax tidak segera ditindak, tidak hanya stabilitas politik yang terganggu melainkan peradaban suatu bangsa mungkin saja menjadi terhambat dan akan selalu jalan ditempat (Roy)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *