DIRJEN KEMENDIKBUD RI KUNJUNGI KAMPUNG WISATA DI KABUPATEN JAYAPURA

Insert: Dirjen Kemendikbud saat berdiskusi bersama Direktur Sekolah Adat di Kampung Hobong, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura,(Minggu,30/01/2022).

 

Detakpapua.com||Masyarakat pesisir Danau Sentani, yang bermukim di Distrik Sentani dan Distrik Ebungfauw, Kabupaten Jayapura, tampak antusias menyambut kedatangan Direktur Jendral Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi bersama rombongan, (Minggu, 30/01/2022).

Kunjungan kerja (kunker) Direktur Jenderal Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Hilmar Farid, P.hD bersama  Sjamsul Hadi S.H., MM (Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa), Dr. Julianus Limbeng (Kapokja Masyarakat Adat Dit. KMA) Danu Kurnianto S.Sos (Pamong Budaya, Dit KMA), Noer Fauzy Rachman PhD. (Praktisi Kebudayaan dan Masyarakat Adat/ Dewan Pengawas Perhutani) Irman Meilandi, (Penggiat Budaya dan Masyarakat Adat) Rinto Andhi Suncoko mengunjungi beberapa kampung di pesisir Danau Sentani.

Rombongan Dirjen Kemendikbud di dampingi oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Jayapura berkunjung ke Kampung Yoboi guna melihat rumah baca dan tempat wisata tracking hutan sagu.

Dalam kunjunbagn kerja ini juga dilakukan diskusi bersama  masyarakat adat di Kampung Yoboi. Menurut Dirjen Kemdikbud. Hilmar Farid, masyarakat harus menjaga hutan sagu dan menjadikan sebagai hutan lestari yang tidak hanya di konsumsi untuk makan pokok, namun juga merawatnya.

Hutan sagu disini sangat luas, kita sudah banyak mengambil semua dari bumi, tapi memberi bumi terlalu sedikit, kata Hilmar pada giat diskusi”. Saya tidak berjanji namun Saya akan mengirim tim untuk mendengarkan lansung usulan yang disampaikan untuk kita dapat mengerjakan sesuatu secara bersama di Kampung Yoboi ini,” ucap Hilmar.

Lanjut Hilmar., setelah dari Kampung Yoboi, akan melanjutkan kunjungannya ke Kampung Babrongko untuk melihat karya seni dari masyarakat adat dan selanjutnya rombongan menuju Kampung Abar untuk melihat gerabah tanah liat sebagai kerajinan tangan masyarakat setempat

Usay kunker di Kampung Abar, rombongan Dirjen melanjutkan Kunjungan terakhir ke  Sekolah Adat dan Universitas Adat Papua di Kampung Hobong.

Dalam diskusi bersama Masyarakat Kampung Hobong. Dirjen Kemendikbud, mengatakan ini bukan hal yang mudah untuk membina generasi muda dalam menjaga dan melestarikan budayanya, kata Hilmar Farid. Dalam kesempatan tersebut Noer Fauzi Rahman, yang turut hadir pada diskusi tersebut, menyampaikan, berkaitan dengan pelestarian alam, agar tetap di catat sebagai bahan pelajaran untuk para peserta didik.

“Kami mengelilingi danau ini baru sebentar, tapi kami melihat banyak hal yang harus dijadikan pembelajaran kita kedepan untuk menjaga wilayah ini, kata Noer Fauzi pria yang akrab disapa Kang Ozi ini”. Kita tidak punya data sejauh ini terkait berapa jenis ikan di danau sentani, dan berapa banyak tumbuhan yang berada di danau, data ini harus ada, agar kita dapat mendorong pengelolaannya beradasarkan kearifan lokal,” pungkas Ozi.

Sebelum menutup kunker di Danau Sebtani atau Bhuyakhaphu, Dirjen Kemendikbud Hilmar Farid dan rombongan menuju Balai Adat Kampung Hobong, dan disambut meriah oleh masyarakat adat.

” Pada kesempatan yang sama, Perempuan Adat Kamoung Hobong, menggelar acara syukuran hari ulang tahun yang ke 7 Persekutuan Perempuan Adat Hobong. Dalam sambutannya Hilmar Farid menyampaikan bahwa “setelah kembali dari Papua ke Jakarta,ia akan menandatangani piagam penghargaan untuk menetapkan Kampung Hobong sebagai Kampung Pendidikan Adat dan Budaya.

Salah satu Perempuan Adat Hobong. Dorince Mehue selaku perwakilan dari Majelis Rakyat Papua (MRP), menyampaikan rasa suka cita yang luar biasa, atas penghargaan yang nantinya diberikan kepada Kampung Hobong.

“ini satu penghargaan yang penting untuk kami masyarakat adat Hobong, untuk semakin giat lagi ke depan dalam mengembangkan pendidikan dan adat istiadat, ini tahun yang baik untuk kami, dan selama ini baru ada Dirjen Kementrian di Jakarta yang berkunjung ke Kampung Hobong, kehadiran pak Dirjen membuat kami sangat bangga dan senang,” ucap Mehue.

Kunker Dirjen Kemendikbud, di Buyakhaphu atau Danau Sentani, membawa kesan tersendiri karena dapat menyaksikan secara langsung ragam budaya dan potensi yang ada di Wilayah Masyarakat Adat

Dirjen dan rombongan juga membawa beberapa karya seni yang dibuat oleh masyarakat adat untuk dijadikan sebagai bahan koleksi Balai Pelestarian Budaya BPB, (daniel).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *