Detak Papua
NEWS TICKER

SEKDA KABUPATEN JAYAPURA TEGASKAN PETUGAS BAPPENDA HARUS GUNAKAN SERAGAM, ID CARD DAN GUNAKAN BAHASA SANTUN DALAM MELAKSANAKAN TUGAS DILAPANGAN

Jumat, 29 April 2022 | 7:39 pm
Reporter:
Posted by: Detak Papua
Dibaca: 14

*Suasana ramah tamah Sekda Kabupaten Jayapura. Dra. Hanna Salomina Hikoyabi, S.Pd. M. KP., bersama pengelola Hotel dan Restoran di gedung aula lantai dua kantor Bupati Jayapura.

 

Sentani. Jayapura. Detakpapua.com,|| Pernyataan tersebut ditegaskan Sekeretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jayapura. Dra. Hanna Salomina Hikoyabi, S.Pd. M.KP, pada kegiatan ramah tamah Sekda bersama pengelola Hotel dan Restoran di Kabupaten Jayapura, belum lama ini.

Adanya laporan dari Pengelola Hotel dan Restoran di Kabupaten Jayapura bahwa Petugas dari Bappenda dalam melaksanakan tugasnya dilapangan tidak memberi kesan atau contoh yang baik saat melakukan tugasnya.

Hal tersebut lansung ditanggapi serius oleh Sekda Kabupaten Jayapura. Dra. Hanna S Hikoyabi, saat menggelar ramahbtamah bersama pengelola  hotel dan restoran. Khusus kepada petugas yang melakukan tugas sebagai penagih pajak kepada mitra atau pengelola hotel dan restoran wajib gunakan seragam Dinas, gunakan id card dan juga berbicara dengan bahasa yang santun.

” Hal ini perlu dilakukan dengan baik bersama mitra kita untuk kita dapat melakukan loncatan – loncatan baru dan stiker mengenai aturan baru yang telah ditetapkan wajib mengikuti aturan yang sudah di diberlakukan oleh Pemerintah Kabupaten Jayapura,” ucap Salomina Hikoyabi.

Ketua  DPC PHRI Kabupaten Jayapura.Bambang Suhaldi, ST., Mengatakan bahwa, memang ada laporan dari beberapa pengelola Hotel dan Restoran terkait petugas yang melakukan tagihan pajak dengan tidak gunakan seragam, tanpa id card dan juga bahasa yang dikeluarkan tidak sopan, dan itu sudah dilakukan sejak tahun 2021 bahkan tahun 2022 ini.

 Lewat pertemuan bersama Sekda Kabupaten Jayapura diharapkan kondisi atau pertembuhan ekonomi segera pulih, sehingga para pelaku pajak mampu melaksanakan tanggung jawabnya untuk menyetor pajak dengan baik.

Untuk sekedar diketahui saat ini kondisi hotel di Kabupaten Jayapura masih di bawah 20 persen. Memang dari pusat telah buka Kran kebebasan untuk orang bergerak, namun daya beli dan daya jual atau pergerakan orang masih sangat terbatas,” tegas Suhaldi.

Bambang, juga menambahkan, dalam dunia usaha hotel kondisi memperhatikan. Hotel yang ada di Kabupaten Jayapura adalah Hotel transit hanya berharap dari tamu – tamu yang datang nginap dan juga jika ada kegiatan – kegiatan Kepala Daerah ke Kabupaten Jayapura, maka perputaran uang cukup cepat dan itu sangat berpengaruh terhadap PAD untuk Kabupaten Jayapura.

Menurut Kepala Bapenda Kabupaten Jayapura. Edi Susanto., Sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih tertinggi adalah pajak, dan salah satunya adalah Hotel dan Restoran, maka penting untuk terus di ingatkan kepada Pengelola Hotel dan Restoran bahwa ada tugas – tugas penting yang harus dikerjakan dalam peningkatan PAD tersebut.

” Satu hal yang perlu diketahui oleh Pengelola Hotel dan Restoran adalah, bahwa akan ada pasangan pamflet yang dilakukan oleh petugas Bappenda, pamflet yang dipasang adalah mengingatkan kepada tamu yang nginap atau makan jika tidak menerima struk maka jangan di bayar makanan atau minuman sudah di konsumsi,” tegas Susanto.

Ditambahkan oleh Edi, bahwa pemasangan pamflet akan dipasang lansung oleh Bupati Jayapura dan Kapolres Jayapura, dan juga kepada petugas yang nakal dilapangan akan dilakukan perbaikan dan juga teguran bagi petugas yang melakukan tindakan tersebut. (Daniel)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Name *

© 2020 Detak Papua. All Rights Reserved.
Design by Velocity Developer