Detak Papua
NEWS TICKER

ORIGENES KAWAY, S.Th : KALAU DEMO..! TOLAK OTSUS & DOB’ SEBAIKNYA JANGAN PAKAI UANG RUPIAH JUGA

Kamis, 31 Maret 2022 | 8:47 am
Reporter:
Posted by: Detak Papua
Dibaca: 29

*Ketua Dewan Adat Suku Sentani (DASS) yang Juga Ondoporo Kampung Bambar. Origenes Kaway, S.Th., ketika memberikan keterangan pers di salah satu cafe di Sentani – Jayapura.

 

 

 

Sentani. Jayapura. Detakpapua.com,|| Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung, itu kata orang bukan kata Saya, artinya di mana kita hidup kita juga harus menghargai Tanah ini Tanah TABI, tanah yang diberkati oleh Tuhan dan Tuhan mau supaya tanah ini terus menjadi berkat kalau tanahnya diberkati orang-orangnya juga harus diberkati.

Hal tersebut disampaikan oleh Ondoporo Bambar yang juga Ketua Dewan Adat Suku Sentani (DASS). Origenes Kaway, S.Th kepada insan media belum lama ini.

Ondoporo (Kepala Suku) Bambar Origenes Kaway, S.Th., mengatakan, sebagai orang percaya mari Kita renungkan  hari kesengsaraan (Paskah). Tuhan Yesus datang ke dunia hanya untuk menyelamatkan kita dari pelanggaran dosa-dosa perkataan perbuatan sikap kita, maka bulan ini merupakan bulan suci. Kalau orang muslim katakan bulan Ramadan yaitu bulan suci,maka Saya mau sampaikan bahwa bulan April adalah bulan dimana Tuhan menebus dunia dengan diri-Nya, untuk itu sebagai Ketua Dewan Adat Suku Sentani (DASS) mari kita menjaga Tanah TABI Bedengan baik

” Kalau memang ada rencana mau demo untuk tolak Otsus,  Otsus dalam rancangan undang – undang  sudah selesai apa yang  mau ditolak lagi,  Kalau mau tolak otsus lebih baik kita sekaligus katakan bahwa kami tidak akan mempergunakan dana dalam bentuk apapun untuk pembangunan di Tanah Papua, berarti kita tidak perlu ada pembangunan, kita tolak semua supaya tidak perlu ada pembangunan, tidak perlu ada yang mengajar Pendidikan, kesehatan dan ekonomi, dan kita semua kembali ke kampung bikin kebun buka lahan begitu, kalau bisa Mari kita hidup dengan apa yang ada di hutan,” kata Kaway.

Otsus adalah solusi, solusi dimana masyarakati hari ini termasuk saya, dan lebih-lebih kepada adik-adik Mahasiswa bersyukur karena ada otsus Kita bisa belajar sampai menjadi sama dengan orang lain.

Masyarakat jangan terprovokasi dengan isu-isu atau kata orang, marilah sebagai orang yang sudah mengerti Mari kita sama-sama menerima dan mencermati, kalau otsus dalam bentuk apapun tidak bisa dibatalkan, karena otsus adalah undang-undang, membatalkan itu harus pakai undang – undagg bukan dengan demo, haru dengan undang-undang yang bisa menggugurkan undang-undang, baru kita bisa ciptakan undang-undang baru lagi. pungkas Ketua DAS Sentani itu.

” Itu sebabnya saya berharap kepada pihak keamanan dalam hal ini TNI – Polri, kalau rencana tanggal 1 April 2022 mereka yang  mengatasnamakan seluruh orang Papua, saya pikir tidak semua orang Papua tapi kelompoklah yang mempengaruhi, ya silakan saja jika itu kelompok tertentu,” ucapnya. Origenes. harap pemerintah melalui lembaga keamanan TNI –  Polri harus bertindak secara tegas untuk menghentikan kalau memang ada izin ya silakan, tapi kalau tidak ada izin ya di tindak sesuai hukum yang berlaku.

Menurut Ketua DAS Sentani. Origenes Kaway, S.Th., Daerah Otonomi Baru (DOB) itu adalah kebutuhan masyarakat Papua apa sih yang kalian mau pertahankan, sedangkan di sisi lain Kamu juga selalu berteriak pemerintah tidak perhatikan rakyat secara baik,  Pemerintah di 29 Kabupaten dan satu Kota itu wilayah yang cukup besar, dalam jangkauan sangat susah geografisnya, lalu kita urus di sini, di sana masih ada kekurangan, jangankan kita bicara yang di hutan-hutan, dikota saja masih menderita dengan dana yang begitu besar.

” sampai dengan hari ini rakyat Papua tetap masih dalam indeks Papua dalam kemiskinan, itu terlalu besar jadi yang kamu mau hidup dengan satu Provinsi terus masyarakat harus menderita atau kembali membangun daerah kita masing-masing,” tuturnya.

Ia, menambahkan, Pertanyaan saya yang satu apakah memang Provinsi Papua ini saja yang bisa masing-masing daerah dengan 7 wilayah 6 wilayah adat itu punya hak untuk menentukan nasib rakyatnya di atas wilayahnya sendiri di Provinsi Papua di tanah tadi apa sih biarkan orang Tabii masyarakat Tabi mengurus dirinya sendiri, yang menjadi persoalan apa.

Origenes Kaway, yang juga salah satu anggota DPR Papua  Komisi II (dua), ungkapkan bahwa Pemerintah sudah melihat secara jelas bahwa di 7 wilayah adat ini harus mereka punya masyarakat sejahtera Jadi kalau kamu tolak, itu saya sangat menyesal Jangan karena di hasut oleh orang atau memang ada politik-politik lain yang memboncengi di dalamnya dengan alasan-alasan tertentu baru kamu hadir untuk menyatakan demo menolak, jadi kalau mau menolak itu lebih baik semua orang Papua sepakat kotong tidak akan pakai dana dan  jangan pakai uang rupiah lagi, cari uang model apakah, saya minta dengan sangat Mari kita jaga tanah Tabi, ini tanah yang aman damai, jangan lagi demo menolak terlebih khusus bulan April bulan dimana bulan yang penuh dengan sejarah bagi umat Kristiani di muka bumi ini dan terlebih khusus di tanah Papua.

“Kalau Injil hari ini sudah sekitar 167 tahun, apa  dampak dari Injil itu. Mari kita implementasikan melalui kasih kita, mengasihi orang yang bersalah, mengampuni mereka, jadi saya mau sekali lagi garis bawahi bahwa kewenangan sepenuhnya dipercayakan kepada TNI – Polri untuk bertindak sesuai dengan mekanisme atau protap yang berlaku pada tanggal 1 April nanti, tutup Origenes, (Daniel).

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Name *

© 2020 Detak Papua. All Rights Reserved.
Design by Velocity Developer