Detak Papua
NEWS TICKER

MASYARAKAT MOY DAN TANAH MERAH’ AKAN PALANG KANTOR BBPJN DAN KANTOR PUPR PAPUA.

Rabu, 23 Maret 2022 | 8:46 pm
Reporter:
Posted by: Detak Papua
Dibaca: 13

*Ketua Aksi Demo Damai. Pilep Bano, menunjukan jalan rusak dan satu jembatan yang sudah mulai patah di Kampung Sabron Yaitu, Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura.

 

Sentani. Jayapura. Detakpapua.com||Masyarakat Adat Moy berencana akan memalang Kantor Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional  dan Kantor PUPR di Jayapura, kemudian akan berangkat ke Jakarta untuk menemui Presiden Jokowi,  jika tidak ada tanggapan serius dari pemerintah daerah terkait permintaan warga terkait pembangunan jalan raya Kemiri – Depapre ungkap Ketua Aksi Demo damai. Pilep Bano

Aksi demo damai Masyarakat Moy dan Tanah Merah nyaris diikuti oleh seluruh komponen masyarakat termasuk tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh perempuan. Kepada Wartawan Pilep Bano, mengatakan, yang menjadi tuntutan masyarakat antara lainb adalah pembangunan Jalan Kemiri – Depapre yang rusak parah, yang sudah ditelantarkan hampir 70 tahun. Kedua; menuntut janji pemerintah Provinsi dan  DPR Papua, Balai besar bina marga Kementerian PUPR Republik Indonesia yang  berjanji akan membangun jalan ini di anggaran perubahan itu; yakni, di bulan November 2021, namun hingga 2022 inipun belum direalisasikan sebab itulah kami berencana akan menutup jalan Kemiri – Depapre,  karena hingga saat ini tidak ada tanda-tanatidak ada tanda – tanda Kami sudah sepakat kita harus tutup jalan dan segala aktifitas yang digunakan oleh Pemerintah,’ ucap Bano.

Ditambahkan Pilep, bahwa langkah awal yang telah dilakukan masyarakat adalah, menutup galian C tambang yang dikelola oleh 10 perusahaan. Kami sudah tutup total ungkap Bano. Dilanjutkannya; Kami juga sudah melarang kendaraan plat merah tidak boleh lewat jalan tersebut,  dan yang ketiga kami harap segera tangkap dan tahan, Kontraktor yang melakukan pekerjaan jalan Kemiri – Depapre dan proses hukum koruptor Jalan Kemiri – Depapre, yang dikerjakan tahun 2016 – 2017 yang dikerjakan di hentikan karena korupsi harus ditangkap dan proses. Keempat harus segera dianggarkan untuk bangun jalan ini, kami sepakat, bahwa kami akan palang tidak akan buka kalau Pemerintah tidak kerjakan, karena merah putih di Papua khususnya Kabupaten Jayapura, awalnya ada di Wilayah Adat Moy atau Distrik Sentani Barat. Dan juga pahlawan Nasional bernama Marthen Indey itu dari Moy – Tanah Merah

Kenapa jalan ini dibiarkan tidak dibangun, kenapa dibiarkan selama 60 tahun  – 70 tahun jalan Kemiri – Depapre, dan akibat rusaknya jalan juga sudah banyak makan korban jiwa.

Kita Masyarakat Adat Moy dan Tanah Merah, akan ketemu Presiden makanya kami punya tulisan itu : Pak Presiden Tolong Kami, kami bukan ke Gubernur bukan ke Bupati, dan bukan ke siapa-siapa. Kami Masyarakat berharap Presiden RII Joko Widodo dapat melihat dan menjawab keluhan kami.

Aksi demo damai yang dilakukan hari ini adalah, dengan melaksanakan longmarc atau konvoi menggunakan kendaraan roda empat dan dua, dari Distrik Sentani Barat sampai Distrik Sentani ( atau dari Sabron ke  Sentani) kemudian balik dan melakukan Pemalangan jalan.

Terkait dengan masalah hak Ulayat, menurut Bano, sejauh ini tidak ada masalah. Tidak akan ada yang ganggu, karena masyarakat Adat Moy dan Tanah Merah sudah melakukan kesepakatan bersama dan sudah tanda tangan berita acara untuk mendukung pembangunan jalan tersebut yang di fasilitasi lansung oleh Kepala Distrik Sentani Barat Moy, dan pernyataan tersebut bahwa tidak ada palang – palang jika jalan mulai dibangun oleh Pemerintah,’ucap Pilip Bano  mengkahiri wawancaranya. (Daniel)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Name *

© 2020 Detak Papua. All Rights Reserved.
Design by Velocity Developer