Detak Papua
NEWS TICKER

Yoppi Taime: PEMDA KAB.JAYAPURA “JANGAN BAYAR TANAH DENGAN CARA MENCICIL”

Sabtu, 3 Juli 2021 | 9:31 am
Reporter: Daniel eluay
Posted by: Detak Papua
Dibaca: 321
Insert Photo: YOPI TAIME

Sentani-Detakpapua.com – Sudah ada kesepakatan sebelumnya. Namun Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Jayapura tidak pernah melakukan ganti rugi lahan 3 hektar, yang dipakai untuk pembangunan Gedung SMP NEGERI 1 Sentani. Hal ini disampaikan Yoppi Taime, ketika diwawancarai dikediamannya.Kepada detakpapua disampaikan bahwa kesepakatan awal sudah dilakukan antara Pemerintah bersama dua pemilik sertifikat diantaranya, Agustinus Vanya Taime dan Yopi Taime. Pertemuan ini sudah dilakukan beberapa tahun yang lalu, Pemda tidak pernah melakukan ganti rugi sesuai dengan kesepakatan yang dibuat dan berjanji paling lambat bulan November atau Desember tahun 2020 akan dibayarkan lunas tetapi kenyataan yang terjadi.

Tidak ada hal yang perlu dibicarakan dalam masalah keluarga besar taime  atau urusan di para – para adat ( Obhe ), karena masalah lahan tersebut, bukan diberikan untuk Suku Besar Taime tetapi dihibahkan kepada Keluarga Moyang dari Kepala Keluarga Yopi Taime., Dan hanya terbatas digaris keturunan Kami. Dan tanah tersebut adalah milik Kampung Sereh atau Suku Assatouw. Hal tersebut sudah dijelaskan kepada Kadis Perumahan dan Permukiman dan juga Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, tegas Yopi, jangan akomodir siapapun juga untuk bicara masalah tanah tersebut.

Waktu dilakukan kesepakatan Pemda menyiapkan uang Sejumlah 1 Milyar Rupiah (1.000.000.000),. Namun dipertanyakan oleh Yopi Taime, uang itu untuk apa, apakah tanah tiga hektar harganya satu milyar, ataukah Pemda akan bayar selama 15 tahun, dengan jumlah setiap tahun  1 milyar rupiah. Karena Kami minta dibayarkan lunas 25 Milyar  Saya, (Yopi) tidak suka Pemda Kabupaten Jayapura berperilaku seperti orang – orang pendatang, yang beli tanah dengan cara dicicil. Karena sesuai pengalaman sampai matipun cicilan pembayaran tanah itu tidak selesai di bayar. Yopi menyampaikan ini salah satu pengalamannya dengan masyarakat pendatang.

“Selanjutnya Yoppi Taime menyampaikan pihaknya menunggu siapa yang berani menggugat status tanah tersebut, karena dengan tahun ini sudah hampir 2 tahun berlalu belum ada gugatan dari siapapun, masalah mediasi diantara keluarga sudah dilakukan berkali – kali, pertama di Obhe Fransalbert Yoku dilakukan 3 kali pertemuan, turut hadir waktu itu pihak kepolisian, pemerintah dan pemberi hibah (Kepala Suku Assatouw). Pertemuan kedua di rumah Ondofolo Wiliam Yoku, sudah ditegaskan juga dengan jelas. Kemudian pertemuan terakhir 6 bulan lalu.

Perilaku Pemda seperti mafia, tidak mampu selesaikan masalah. Dan mampu menimbulkan masalah, dan juga hanya mampu buat utang – utang kesana kemari, itulah model Pemda Kabupaten Jayapura. Saya. (Yoppi Taime) rasa menyesal dengan perilaku Pemda seperti itu, yang saya tau itu Aparat Pemerintah diikat dengan peraturan dan undang – undang , harus berjalan sesuai dengan koridor peraturan dan undang – undang yang sudah ada. Ini menunjukan bahwa bukan aparat Pemerintah tetapi sekolompok “Mafia” mungkin kebetulan sebagai aparat dan menyatakan diri sebagai pejabat.

Lebih tegas, Ia, sampaikan bahwa Sekretaris Daerah Kabupaten Jaypura juga telah berjanji akan menyelesaikan masalah lahan 3 hektar ini, namun belum juga diselesaikan sampai hari ini. Pihak Keluarga Yopi Taime, memberikan waktu kepada Pemerintah Kabupaten Jayapura untuk dapat menyelesaikan masalah ganti rugi tanah 3 hektar ini di tanun 2021 ini juga. Jika tidak diselesaikan tahun ini, maka pihaknya akan menempuh jalur hukum (DaniEl).

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *

© 2020 Detak Papua. All Rights Reserved.
Design by Velocity Developer