Detak Papua
NEWS TICKER

YANTO K ELUAY : SELESAIKAN SENGKETA TANAH ADAT SECARA BERMARTABAT

Sabtu, 19 Juni 2021 | 5:32 pm
Reporter: Daniel eluay
Posted by: Detak Papua
Dibaca: 274

Insert Photo; ONDOFOLO HELLE WABHOUW, YANTO K. ELUAY

SENTANI-Detak Papua.com – Kita sebagai masyarakat hukum adat Suku Sentani harus mengedepankan pola – pola  yang bermartabat dan terhormat dalam menyelesaikan status atau sengketa kepemilikan tanah adat. Hal ini disampaikan Kepala suku (Ondofolo Helle wabhouw/Kampung sereh) Yanto Eluay,terkait  rencana aksi pemalangan yang akan dilakukan oleh Masyarakat Adat Suku Sentani Kampung Nendali / Netar.

Akan adanya rencana aksi ini, Sebagai salah satu  Kepala suku,  Yanto eluay menyarankan agar pihak-pihak terkait baik para pemilik  tanah, pihak adat dan juga pemerintah, untuk duduk bersama di obhe (rumah adat) dan membahas secara komprehensif status kepemilikan tanah adat tersebut, agar dapat mempertimbangkan keputusan – keputusan hukum yang sesuai setelah dilakukan verifikasi kepemilikan yang sah, dengan mempertimbangkan semua aspek, hubungan kekerabatan, histori peradaban serta hak dan kewajiban – kewajiban Adat, dan lain sebagainya.”

Kepala suku yang memiliki nama lengkap Yanto Khomlay Eluay ini menambahkan,  terkait dengan masalah-masalah seperti ini harus dibuat dalam satu keputusan musyawarah masyarakat Hukum Adat tertinggi, kemudian keputusan hukum adat ini diserahkan ke Pemerintah sebagai dasar dan asas tertinggi dalam hal pengambilan keputusan terkait masalah-masalah kepemilikan Tanah Adat.

Kita hindari pola-pola yang tidak bermartabat dalam penyelesaian status kepemilikan tanah adat. Jangan saling mengklaim sendiri-sendiri,  semua masyarakat hukum adat yang memiliki hubungan sejarah dengan tanah adat tersebut  diundang untuk duduk bersama ungkap Ondo Eluay. Selanjutnya Ondofolo Helle wabhou ini menyarankan agar tetap menjaga wibawa, harga diri, harkat dan martabat sebagai Masyarakat Hukum Adat  Suku Sentani.

Dulu saudara-saudara kita suku-suku lain di Tanah Papua selalu bangga dengan implementasi hukum Adat Suku Sentani, tatanannya sangat baik, wajib kita kembalikan, jangan sampai terdegradasi lebih jauh. Oleh karena hal fundamental dalam eksistensi masyarakat hukum Adat Suku Sentani perlu kita perbaiki, rawat dan pelihara, agar tidak tergilas oleh roda zaman. Lebih dari pada itu yang lebih penting juga adalah agar kita tidak terlindas, tertindas,  dan tergusur dari atas hak adat kita sendiri tegas Yanto eluay.

Selaku Hu Ondofolo Helle Wabhouw (Kampung Sereh), Yanto Eluay mengajak  agar sama – sama  kita hilangkan ego dalam penyelesaian masalah – masalah tanah adat, dan tidak mempertahankan sesuatu dengan kekerasan dengan mengorbankan sesama masyarakat adat suku sentani dengan tindakan – tindakan yang tidak terpuji. Foi – Onomi. (DaniEl).

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *

© 2020 Detak Papua. All Rights Reserved.
Design by Velocity Developer