Detak Papua
NEWS TICKER

TERKAIT LABEL “TERORIS” FORUM MAHASISWA UNIPA & PARLAMEN JALANAN GELAR AKSI DEMO DAMAI

Monday, 10 May 2021 | 7:37 pm
Reporter: Timliputan DetakPapua
Posted by: Detak Papua
Dibaca: 226

MANOKWARI-DETAKPAPUA.COM. Forum Mahasiswa UNIPA bersama Parlamen Jalanan Kabupaten Manokwari gelar Aksi Demo Damai di Depan Kampus Universitas Papua Senin 10 Mei 2021.

Orasi demi Orasi disampaikan secara bergantian oleh Pengunjuk Rasa. Orasi ini bukan saja menolak persoalan lebel Teroris yang diberikan kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) seperti informasi yang berkembang selama ini. Ada hal lain yang muncul dari aksi demo ini, karena pengunjuk rasa berkali-kali berorasi menolak pelebelan yang menurut pengunjuk rasa diberikan oleh Negara kepada Papua. Para pengunjuk rasa juga menyampaikan didepan publik bahwa label teroris ini harus dijelaskan baik-baik, teroris itu yang mana? dan Siapa sebenarnya teroris itu.

Dengan membawa Pamphlet bertuliskan “Pelebelan teroris tidak menyelesaikan masalah Papua”Tanya sama pengungsi siapa yang meneror mereka TNI/POLRI atau kah OPM? Dan masih masih banyak lagi pamphlet dengan berbagai tulisan bernuansa protes yang di tujukan kepada Negara.

Selain aksi menolak lebel teroris, pengunjuk rasa juga menyampaikan beberapa hal terkait pengungsi di kabupaten Nduga yang berjumlah hingga 43 ribu jiwa. Siapa yang bertanggung jawab atas para pengungsi ini,bagaimana dengan keadaan para pengungsi Nduga siapa yang bisa menjamin kehidupan mereka dipengungsian, bagaimana pendidikan mereka dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan kepada pemerintah atau negara akan hal ini.

Salah satu Orator Forum Mahasiswa UNIPA Manokwari juga menyampaikan bahwa aksi demo damai mereka ini harus dilakukan, dan ini adalah hal wajar, karena sesuai dengan Trilogi Perguruan Tinggi yang dianut yakni, Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat. Bahkan aksi ini merupakan bentuk dari pengabdian kepada masyarakat yang sedang dilakukan oleh Mahasiswa.

 Pengunjuk rasa menyayangkan sikap pemerintah yang lamban dalam menyikapi persoalan-persolan yag terjadi diatas Tanah Papua. Dalam penyampaian Orasinya para pengunjuk rasa ini menyampaikan jika pemerintah bisa memberikan bantuan Sosial kepada daerah lain yang terdampak bencana alam, lalu bagaimana dengan pengungsi yang ada diatas tanahnya sendiri? Inilah yang menjadi subtansi. Kami tidak bicara soal politik kami bicara soal kemanusiaan. Bagaimana status pengungsi hari ini?

Aksi demo damai yang rencananya akan dilaksanakan dengan melakukan LongMarch  dari kampus UNIPA Manokwari menuju Kantor DPRD Kabupaten Manokwari ungkap Koordinator Lapngan aksi demo Frits Alom. Namun aksi ini dihadang oleh Aparat Kepolisian, sehingga orasi dilakukan secara bergantian di depan jalan kampus UNIPA Manokwari.Lanjut Alom. Aksi mahasiswa dan masyarakat hari ini jelas,tanpa ada intervensi dan kepentingan pihak lain. 

Mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa UNIPA dan Parlamen Jalanan Kabupaten Manokwari ini juga menyatakan dengan tegas bahwa tidak ada teroris di Tanah Papua. Oleh sebab itu pelebelan teroris itu harus segera dicabut. Usai ber-orasi, pengunjuk rasa kemudian membacakan pernyataan sikap bersama Forum Mahasiswa UNIPA dan Parlemen jalanan dihadapan pimpinan  dan Anggota DPRD Kabupaten Manokwari yang didampingi oleh Wakil Kepala Kepolisian Resor Manokwari dan sejumlah aparat TNI yang juga turut hadir memantau jalannya aksi unjuk rasa ini.

Isi Pernyataan sikap ini antara lain; pertama. menolak dengan tegas pemberian lebel terorisme bagi rakyat Papua, kedua Pemerintah segera bertanggung jawab terhadap pengungsi di Nduga, Intan Jaya,Pegunungan Bintang, dan Puncak Papua. ke tiga, pemerintah segera menarik pasukan Organik dan non organik dari tanah Papua, ke empat, Pemerintah segera membuka ruang bagi jurnalis Nasional maupun Internasional di Papua (mj/Nis).

 

 

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

© 2020 Detak Papua. All Rights Reserved.
Design by Velocity Developer