Detak Papua
NEWS TICKER

PIMPINAN ADAT TABI’ SUKU SENTANI MENDUKUNG DOB / PEMEKARAN UNTUK RAKYAT PAPUA & PAPUA BARAT

Selasa, 8 Maret 2022 | 10:00 pm
Reporter:
Posted by: Detak Papua
Dibaca: 18

 

SENTANI-Detakpapua.com.||Demo menolak Daerah Otonomi Baru (DOB) atau pemekaran wilayah di Papua digelar sejumlah mahasiswa dan warga di beberapa titik di Kota Jayapura pada Selasa 8 Maret 2022 pagi.

Demo tersebut tidak berlangsung lama dan dibubarkan paksa petugas kepolisian, karena penyelenggara aksi demo tidak mengantongi izin dari pihak kepolisian.

Dalam aksinya, para pendemo menolak DOB di Papua. “Kami tolak pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua,” ujar salah satu pendemo dalam orasinya.

Terkait aksi unjuk rasa tersebut, salah satu Tokoh Adat Papua asal Kabupaten Jayapura yakni Yanto Eluay dengan keras menentang tuntutan tersebut.

Sebagai seorang Kepala suku besar (Bahasa Sentani “Ondofolo”) di Wilayah Adat Tabi Yanto Eluay dengan tegas mengatakan, pihaknya punya tanggung jawab untuk menjaga wilayah adat Kabupaten Jayapura khususnya Sentani dan seluruh masyarakat yang berdomisili diatas wilayah adat Sentani tetap hidup dalam keadaan aman dan damai.

“Terkait dengan adanya aksi demo yang dilakukan hari ini oleh kelompok-kelompok masyarakat di Papua, yang menolak pemekaran wilayah di Papua. Maka hari ini, saya mau tegaskan bahwa kami mempunyai tanggung jawab menjaga wilayah adat kita dan seluruh masyarakat yang berdomisili diatas wilayah kita, tegas Yanto Eluay Ondofolo Sereh, ketika dikonfirmasi wartawan media ini, di Obhe Sereh, Jalan Biesteur Post, Kampung Sereh, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura.

“Sebagai seorang pemimpin adat, Yanto juga menekankan bahwasanya aktivitas masyarakat di wilayah adat yang dipimpinnya   jangan sampai terganggu. Aktivitas yang dimaksud oleh Ondofolo Eluay ini antara lain; seperti pendidikan, aktivitas ekonomi tetap harus berjalan normal, dan pihaknya memberikan jaminan untuk hal tersebut. Yanto Eluay menyampaikan hal itu merupakan tanggung jawab mereka sebagai tokoh-tokoh adat, “tugas utama kita itu menjaga dan melindungi siapapun yang berada diatas wilayah adat kita,” sambungnya.

Untuk mengawal itu, Yanto Eluay yang juga putra kandung dari mendiang Tokoh Papua Theys Hiyo Eluay ini menyampaikan, bahwa pihaknya juga bagian dari yang mendukung adanya Daerah Otonomi Baru (DOB) atau pemekaran wilayah di Provinsi Papua.

Menurutnya, rencana dari pemerintah pusat untuk memekarkan Papua menjadi beberapa provinsi itu merupakan tujuan yang baik demi kesejahteraan masyarakat di Papua.

“Kami melihat seluruh wilayah adat ini perlu ada pemekaran wilayah (provinsi) Ujar Kepala Suku Kampung sereh ini, sehingga masyarakat Papua dari masing-masing wilayah adat dapat saling bersaing memajukan wilayahnya. Selain itu juga bersaing menciptakan kedamaian di wilayahnya. Itulah harapan kami, jadi pemekaran yang akan dilakukan oleh pemerintah itu, perlu kita dukung bersama Karena pemerintah memutuskan sesuatu maupun membuat satu kebijakan semata-mata demi kemakmuran dan kesejahteraan rakyat di negara ini,  termasuk kemaslahatan rakyat Papua,” ungkapnya.

Sebab itu, Yanto Eluay mengatakan, masyarakat Papua atau kelompok-kelompok yang mengklaim sebagai bagian dari rakyat Papua ketika hendak kembali melakukan aksi demo menolak DOB itu, jangan sampai membuat situasi tidak aman dan kondusif diatas wilayah hukum adat Suku Sentani.

“Kami tegaskan jangan sampai membuat situasi tidak aman dan tidak kondusif diatas wilayah adat  Suku Sentani, jika kembali melakukan aksi demo menolak pemekaran wilayah di Papua. Kota Sentani sampai Kota Jayapura di Waena itu merupakan wilayah adat suku Sentani,” tegas Yanto Eluay yang juga Ketua Presidium Putra Putri Pejuang Pepera (P4) Provinsi Papua ini.

“Jadi, kami dengan tegas menolak dan mengimbau kepada masyarakat jangan melakukan hal-hal yang justru membuat ketidaknyamanan atau mengganggu keamanan dan kedamaian masyarakat diatas wilayah adat kami. Apapun itu tujuan aksi demo, kami minta agar jangan ada yang memperkeruh atau mengacaukan kedamaian, keamanan dan kenyamanan serta ketertiban diatas wilayah hukum adat Suku Sentani,” tutup Yanto Eluay didampingi Ondofolo Ifale Jhon Suebu dan Ondofolo Yahim Noak Felle. (Daniel)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Name *

© 2020 Detak Papua. All Rights Reserved.
Design by Velocity Developer