Detak Papua
NEWS TICKER

PEMDA KABUPATEN MANOKWARI SERIUSI LAPORAN WARGA AKAN DAMPAK EKSPLOITASI PT.SDIC PAPUA CEMENT MARUNI

Thursday, 8 April 2021 | 10:15 am
Reporter: Jimmy Maloali
Posted by: Detak Papua
Dibaca: 579

KABID SUMBER DAYA AIR DINAS PEKERJAAN UMUM KABUPATEN MANOKWARI: MAORIKIKI KAWAB

DETAKPAPUA.COM – Sejumlah Dinas terkait di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Manokwari Rabu 7 April 2021 melakukan kunjungan ke Kampung Hingk Distrik Warmare.

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan warga kampung Hingk Distrik Warmare dan Pemerintah Kabupaten Manokwari atas dampak kerugian yang di alami warganya akibat beroperasinya PT. SDIC Papua Cement khususnya terkait lingkungan alam sekitar pemukiman warga dan akibat-akibat yang di timbulkannya.

Aspirasi tentang dampak yang dianggap merugikan masyarakat sudah disampaikan warga kampung Hingk beberapa waktu lalu dan telah direspon oleh pemerintah Daerah Kabupaten Manokwari. Untuk mencari jalan tengah sebagai win-win solution bagi penyelesaian masalah ini, pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Manokwari telah membentuk tim yang terdiri dari perwakilan beberapa dinas yang di Koordinatori oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan, Dr. Jonadab Sraun,S.Hut,SH,M.Si.

Dalam wawancaranya bersama Detak Papua.com, Koordinator tim Pemerintah Kabupaten Manokwari Jonadab Sraun menyampaikan, khusus untuk masalah lingkungan, sebagai aparatur pemerintah yang membidangi masalah-masalah lingkungan, maka, pihaknya akan lebih berfokus kepada dua persoalan pokok, yakni pencemaran air, dan pencemaran udara. Menurutnya sesuai data yang dihimpun melalui warga di Kampung Hingk ini, apa bila terjadi kemarau atau musim panas maka asap hitam akibat produksi pabrik semen Conch mengakibatkan adanya debu pekat yang menempel pada tanaman, juga masuk hingga ke dalam rumah hunian warga.

Kadis Lingkungan Hidup dan Pertanahan juga menyampaikan sesuai informasi yang diterimanya, warga juga mengeluh soal kualitas air yang di “curigai” telah tercemar akibat berproduksinya  pabrik semen ini. Sebagai orang nomor satu di DLH dan Pertanahan, Sraun telah memerintahkan Salah satu Kepala bidangnya untuk mengambil sampel air di kampung ini untuk kemudian diperiksa apakah air dikampung Hingk ini sudah terkontaminasi atau kah masih layak di konsumsi warga. Selain itu Jonadab Sraun juga menyampaikan akan  bekerjasama dengan dinas lainnya, seperti dinas kesehatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan masyarakat apakah limbah asap pabrik ini mengakibatkan warga terdampak penyakit paru-paru atau tidak.

Seperti yang di utarakan Kadis Lingkungan hidup dan Pertanahan, demikian juga disampaikan Maorikiki Kawab, Kepala Bidang Sumberdaya Air Dinas Pekerjaan Umum, bahwa kehadiran mereka di Kampung ini karena adanya perintah Bupati atas pengaduan masyarakat, terkait eksploitasi Sumber Daya Alam khususnya Kapur oleh perusahaan Semen Conch yang mengakibatkan terjadinya pendangkalan dan peluapan air hingga ke pemukiman warga dan juga  fasilitas umum seperti gedung sekolah rumah guru juga terendam oleh luapan air.

Kepada detakpapua Kawab menyampaikan hari ini (Rabu 07 April 2021),alat sementara sedang bekerja,oleh sebab itu pihaknya berharap agar warga dapat mengerti dengan semua proses yang sedang berlangsung. Kabid Sumber daya air pada dinas pekerjaan umum ini berharap dengan hadirnya pemerintah melalui tim yang terdiri dari beberapa instansi terkait ini dapat bekerjasama bersama masyarakat dan juga pihak perusahaan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi warga kampung Hingk.

Sementara ini dua alat berat sedang bekerja guna menormalisasi aliran air sebagai upaya agar tidak lagi terjadi  luapan ke pemukiman warga ucap Kawab. Ia juga menghimbau kepada pihak Perusahaan Conch agar dapat merespon masalah ini dengan baik sehingga bisa bersama-sama bergandengan tangan untuk penyelesaian masalah dimaksud. “Conch juga seharusnya sebagai sebuah perusahaan skala Negara harusnya bisa menjadikan kampung Hingk ini sebagai daerah binaan mereka ungkapnya.” jadi hari ini saya sudah ada disini mewakili dinas pekerjaan umum akan mendampingi kerja alat berat terhadap normalisasi kali sampai kepada titik yang ditentukan masyarakat jelasnya tegas

Lebih jauh Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Manokwari menyampaikan sesuai dengan tupoksi  PU maka, ke depan pihaknya akan membuat laporan penanganan dampak yang diakibatkan oleh perusahaan ini dan akan diserahkan kepada Bupati selaku Kepala Daerah, kemudian Bupati akan menyerahkannya kepada Perusahaan Conch agar perusahaan dapat bertanggung jawab membangun penahan material akibat gusuran diatas gunung kapur tempat dimana perusahaan Conch Semen melakukan eksploitasi, agar tidak terjadi pendangkalan sungai. Kawab menyampaikan kedepannya sudah harus ada bronjong penahan longsor supaya material tidak lagi menutupi aliran sungai ini. Kemudian bersama perusahaan semen ini kita akan buat kanal agar kampung ini tidak lagi terdampak oleh banjir oleh luapan air akibat timbunan material    . Sebagai bagian dari instansi Pekerjan Umum Kabid Sumber Daya Air juga mempertanyakan  Corporat Social Responsibility (CSR) dari perusahaan ini. Apa tanggung jawab sosial perusahaan terhadap warga. “Sampai saat ini saya belum tahu apa CSR yang sudah diterapkan”apakah pendidikan,Kesehatan,kesejahteraan? Karena setahu saya sampai hari ini belum ada” ungkapnya tegas. Dilanjutkannya jika memang ada CSR nya ada maka harus ada bagi hasil dengan pemerintah daerah agar pemerintah dapat membangun fasilitas sebagai wujud nyata perusahaan kepada masyarakat tutupnya (mj) 

 

 

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

© 2020 Detak Papua. All Rights Reserved.
Design by Velocity Developer