Detak Papua
NEWS TICKER

PEMBERSIHAN DAS & PENANAMAN POHON PERINGATI HARI AIR SEDUNIA

Tuesday, 23 March 2021 | 7:26 am
Reporter: Detak Papua
Posted by: Detak Papua
Dibaca: 45

insert photo kegiatan dalam rangka Hari Air sedunia di Kawasan Cyloop dan DAS Kali Jaifury Puay

 

Detak Papua.com – Kampanye menyelamatkan Bumi dari bahaya kerusakan alam terus di gaungkan oleh semua lembaga sosial, lembaga swadaya, aktivis lingkungan hidup pemerintah bahkan tokoh masyarakat dan semua komunitas yang peduli lingkungan dan alam. Semua ini dilakukan karena peduli terhadap lingkungan semata,tetapi juga terhadap keselamatan bumi.

Mereka akan terus bergerak menjaga lingkungan, merawat bumi, dengan cara melestarikan hutan,menanam kembali jenis tanaman jangka panjang sebagai wujud reboisasi, mengendalikan penyebaran sampah dan ancamanya terhadap kesehatan lingkungan dan menjaga Daerah Aliran Sungai agar tetap bersih. Semuanya ini dapat dilakukan oleh “Manusia” ketika lahir sebuah kesadaran kolektif bahwa semua yang dilakukan ini demi dan untuk kepentingan hidup berkelanjutan.

Di Kabupaten Jayapura, tanggal 16 Maret lalu baru saja diperingati sebagai hari bersejarah tragedi Banjir Bandang yang menelan korban jiwa cukup banyak serta melumpuhkan kota Sentani Ibu Kota Kabupaten Jayapura. Dalam rangka pemulihan akibat bencana banjir ini, pemerintah dan masyarakat melakukan doa bersama dan tabur bunga tepat dilokasi terjadinya banjir yang memakan korban jiwa. Dalam kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Jayapura, Dra.Hanna Hikoyabi mewakili pemerintah berpesan, bahwa untuk melawan lupa, di lokasi ini akan di didirikan tugu peringatan tragedi banjir bandang 16 Maret 2019 (www.detakpapua.com,17 Maret 2021).

Pengalaman banjir bandang sungguh menorehkan luka batin yang mendalam, bukan saja pada keluarga korban tetapi juga bagi semua masyarakat yang hidup di Kota Sentani ibu Kota Kabupaten Jayapura. Peristiwa 16 Maret 2019 tersebut telah memberikan banyak pelajaran berharga bagi semua penduduk yang mendiami kota sentani. Yanto Eluay kepala suku (ondofolo Kampung Sereh) kepada media ini menyampaikan, untuk benar-benar memulihkan keadaan alam yang sudah porak poranda akibat amukan air banjir bandang dua tahun silam, perlu kiranya dilakukan penanaman pohon dan sosialisasi perambahan hutan. (www.detakpapua.com,17 Maret 2021).

Bertolak dari semangat pemerintah Kabupaten Jayapura untuk melawan lupa atas tragedi banjir bandang, selaras dengan pemikiran Ondofolo Yanto Eluay sebagai Kepala Suku yang “memiliki buah pikiran bahwa harus segera dilakukan penanaman pohon dan sosialisasi terkait perambahan hutan untuk melindungi dan melestarikan alam.  

Menanggapi apa yang disampaikan oleh Sekda Pemerintah Kabupaten Jayapura Hanna Hikoyabi untuk melawan lupa, dan juga Ondofolo Yanto Eluay tentang pentingnya sosialisasi penanaman pohon, Yo Khelu Meangge Helle-Wabhouw atau Ikatan Pemuda-Pemudi Kampung Sereh langsung merapatkan barisan menggelar aksi penanaman pohon dalam rangka Hari air sedunia yang jatuh pada hari ini Senin 22 Maret 2021.

Kegiatan Penanaman pohon dalam rangka hari air sedunia ini mengambil tema “selamatkan Hutan, Jaga sumber air, Mari kita wariskan Mata air bagi Anak Cucu Kita Bukan air Mata” . penanaman pohon ini dilakukan tepatnya di Daerah Aliran Sungai di kawasan Gunung Cycloop. Penanaman yang dilakukan oleh Ikatan pemuda/i Kampung Sereh ini sangat selaras dengan tema Hari Air Sedunia Tahun 2021 “Menghargai Air”(Valuing Water).

Jurnalis media Online yang juga Kepala Biro Papua  Portal Online Detak Papua,Daniel Eluay, dihubungi via ponsel menyampaikan, kegiatan penanaman yang dilakukan oleh kaum muda-mudi kampung Sereh ini sebagai wujud nyata dan kepedulian pemuda/i terhadap pelestarian alam, khususnya pinggiran Daerah Aliran sungai kawasan Cycloop. Ini dilakukan bukan untuk kepentingan kita tetapi untuk kepentingan semua orang ungkap nya. Selanjutnya media ini menoba menggali lebih jauh apa saja jenis pohon yang ditanam oleh pemuda/i Kampung Sereh ini. Mantan Jurnalis salah satu Televisi Swasta ini menyampaikan ada beberapa jenis pohon yang ditanam seperti pohon Tran besi, Johar, dan Matoa. Jumlah tanaman ini kurang lebih lima puluh pohon ungkapnya. Selain itu ia juga menyampaikan pentingnya penanaman pohon ini sekaligus sebagai upaya pengendalian kerusakan Daerah Aliran Sungai itu sendiri, agar fungsi DAS tetap terjaga dan terlindungi demi generasi yang akan datang tutupnya mengakhiri percakapan via telepon seluler.

Kegiatan atau aksi peduli lingkungan ini juga dilakukan oleh kelompok kerja Pembersihan dan Penghijauan DAS-Kali Jaifury PUAY. Menurut keterangan salah satu sumber media ini, Aksi ini dilakukan oleh kelompok Kerja pembersihan dan penghijauan sepanjang pinggiran kali Jaifury. Pembersihan ini dilakukan agar tidak menyebabkan penyumbatan akibat kumpulan banyaknya tumpukan sampah yang dapat menyebabkan luapan air hingga ke daratan. Ini juga dilakukan sebagai upaya pengendalian lingkungan agar tetap terjaga. Sehingga ketika curah hujan semakin tinggi dan berakibat pada naiknya debit air akan tetap tersalurkan karena jalur air kawasan DAS-Jaifury ini terjaga dan terawat dengan baik.  

Salut dan patut kita angkat topi kepada Yo Khelu Meangge Helle-Wabhouw. Ikatan Pemuda/i kampung Sereh dan Kelompok Kerja Pembersihan dan Penghijauan DAS Kali Jaifury Puay Sentani Timur yang secara swadaya melakukan aksi ini dalam rangka hari air sedunia. Ini  menunjukan salah satu teladan yang patut di tiru oleh segenap muda mudi Papua lainnya. Sehingga kelak anak cucu kita dapat menikmati air bersih karena lingkungan kita hijau dan DAS kita terawat dengan baik. Semoga!(redaksiDP).

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

© 2020 Detak Papua. All Rights Reserved.
Design by Velocity Developer