Detak Papua
NEWS TICKER

Manajer SPBU Jalan Baru : SERING MACET KARENA PENGANTRI KADANG SUSAH DI ATUR

Saturday, 29 May 2021 | 2:15 pm
Reporter: Tim Liputan detakpapua
Posted by: Detak Papua
Dibaca: 61

IKSAN, Manajer SPBU 98302 Jalan Baru

Antrian kendaraan terlihat cukup panjang tepatnya di lokasi SPBU 98302 Jalan Baru Manokwari. Jejeran kendaraan ini antara lain angkutan umum dan truck. antrian ini cukup mengakibatbkan penyempitan ruas jalan utama dari arah kota manokwari menuju arah kantor Bupati Manokwari. Hal ini sangat mengganggu aktivitas lalulintas dan mengakibatkan kemacetan lalulintas. Kru media ini mencoba menyambangi kantor SPBU untuk mencari informasi terkait antrian panjang yang sering sekali terlihat di SPBU ini. Setelah bertemu Iksan, manajer SPBU 98302 jalan baru, detak papua mencoba untuk menanyakan apa penyebab terjadinya antrian di SPBU ini.

Mengenai hal ini, Iksan selaku manager SPBU  saat ditemui Tim Liputan Detak Papua (Sabtu/29/05/21 ) mengatakan, memang antrian panjang sudah sering terjadi hingga ke tikungan jalan baru. Namun, beberapa bulan belakangan  ini antrian sudah tidak terlalu panjang dan hanya sampai di dekat penjual bakso beberapa meter dari SPBU.

Ditambahkannya, antrian yang ada saat ini ada dua; yakni antrian  para pengendara Truk dan angkutan umum. Mereka ini kadang sudah mengantri sejak malam hari ungkapnya. selaku manajer SPBU Iksan kadang merasa serba salah ketika mengingatkan warga yang datang mengantri, karena kadang tidak mau diatur ketika mereka mau melakukan pengisian. ketika ditanya mengapa harus diatur, Manajer SPBU jalan baru ini mengaku, pihaknya harus mengatur demikian karena banyaknya sorotan yang diterimnya karena adanya informasi  penjualan BBM ber-subsidi oleh pihak SPBU kepada pngecer.

Untuk mengatasi hal ini, pihak SPBU Jalan baru telah menyiasatinya agar pom bensin jalan baru tetap dibuka mulai pukul 07.00 pagi dengan menjual sisa BBM hari sebelumnya sambil menunggu pengisian suplai bahan bakar dari pihak Pertamina Manokwari ( Kantor Deport ). ini sengaja dilakukan oleh pihak SPBU untuk menghindari antrian panjang yang sering sekali terlihat disepanjang jalan dimana SPBU itu berada.  Karena kalau pagi ditutup sebelum tunggu pengisian maka antrian akan semakin panjang jelasnya. Dilanjutkan oleh Manajer SPBU jalan baru bahwa sejauh ini suplai BBM cukup dan sama sekali tidak mengalami kendala. Ketika ditanya terkait antrian  untuk mengisi jerigen, pihbaknya menegaskan  boleh mengisi dengan jerigen atau tepol tetapi dalam jumlah yang terbatas.

Pihaknya juga sulit mengatur warga yang mengisi BBM atau ngetap  dengan kendaraan roda dua yang telah dimodifikasi tempat penampung BBMnya. ini sulit kami atur pak, karena  belum ada aturan khusus dari pertamina  ungkapnya. Iksan mengaku pihak SPBU tetap mengawasi pengisian BBM ini dan juga diusahakan agar setiap orang yang mengetap BBM jenis Pertalite tetap dalam pantauan mereka. Media ini juga mencoba menggali informasi langsung ke Manajer SPBU terkait maraknya kritik yang dilayangkan oleh masyarakat khususnya yang lagi marak menjadi pembahasan netizen di media sosial. untuk hal ini, Iksan mengaku bahwa kalo hanya antrean memang banyak karena adanya antrean solar dan pertalite secara bersama-sama. Tapi untuk bagian ini sudah mulai di autr oleh pihaknya agar antrean tidak sampai menjadikan penumpukan kendaraan dijalan yang dapat mengakibatkan kemacetan lalulintas.

Pada kesempatan yang sama media ini juga mencoba mewawancarai Samiyan, salah satu  supir angkutan umum jalur SP-Manokwari yang juga ikut mengantri dijalan baru hingga siang hari. Kepada kru media ini ia menyampaikan alasannya mengantri ke SPBU jalan baru karena pihaknya tidak memperoleh BBM bersubsidi di SPBU Sowi maupun di SPBU SP  Lima. Bahkan ia menambahkan mungkin ada BBM subsidi tetapi tidak pernah dilayani sehingga mereka sama sekali tidak tahu menahu soal ada atau tidaknya BBM subsidi di SPBU SP Lima. Sopir angkot ini juga mengaku ia dan rekan-rekannya juga ditolak ketika mengantri di SPBU Sanggeng untuk mengisi BBM bersubsidi.

Pelayanan pengisian BBM bersubsidi sebaiknya diatur secara khusus. hasil wawancara bersama manajer SPBU jalan baru terungkap bahbwa sering terjadinya antrean di SPBU jalan baru bukan karena kurangnya suplai BBM ke wilayah kota manokwari, tetapi ini juga dipengaruhi oleh banyaknya pengecer yang membeli BBM ke SPBU berulangkali, untuk  dijual kembali. 

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

© 2020 Detak Papua. All Rights Reserved.
Design by Velocity Developer