Detak Papua
NEWS TICKER

KETUA “LIHAT”ERLY IBO SANKSI SOAL KLAIM RAJA DAN KEPEMILIKAN TANAH TABI OLEH DUA OKNUM OAP

Saturday, 20 March 2021 | 4:58 pm
Reporter: Daniel eluay
Posted by: Detak Papua
Dibaca: 1203
Ketua LIHAT (Lindungi Hak Anak Tabi) Early Ibo, ketika memberikan keterangaan pers kepada wartawan.(df. Dani).

 

 

Detak Papua. com – Beredarnya Video dua orang warga Papua yang mengaku sebagai pemilik sah Tanah Tabi cukup menarik perhatian publik. Video berdurasi  05.05 menit yang beredar melalui media Whatsapp ini memperoleh berbagai tanggapan. Salah satu tanggapan datangnya dari ketua LIHAT (Lindungi Hak anak Tabi)  Early Ibo.

Menanggapi beredarnya video klaim kepemilikan hak atas Tanah Tabi oleh dua oknum Orang Asli Papua yang santer beredar beberapa hari ini memperoleh tanggapan masyarakat. Salah satunya datang dari Erly Ibo, ketua LIHAT yang dengan tegas meminta agar lembaga – Lembaga Adat di Tanah Tabi bersikap untuk masalah ini. Dalam wawancaranya bersama detakpapua.com., ketua LIHAT, Erly Ibo meminta agar kedua oknum dalam video yang mengaku sebagai Pemilik sah Tanah Tabi dan salah satunya mengaku sebagai Raja Tabi ini agar segera di polisikan, karena hal ini sangat meresahkan masyarakat terutama masyarakat yang hidup diatas Tanah Tabi.

 Ketua Lindungi Hak anak Tabi, kepada wartawan media ini menyampaikan bahwa hal ini sangat meresahkan karena muatan aspirasi keduanya sangat provokatif dan cenderung mau memecah belah Masyarakat Adat Tabi dari Keerom sampai Mamberamo Raya. Apalagi Sampai mengungkapkan dilantik sebagai Raja Tabi.

 Di Tabi tidak ada raja, yang ada hanya Kepala Suku, Ondoafi/Ondofolo ungkap Erly Ibo. Erly yang juga ketua Lindungi Hak Anak Tabi ini juga merasa sanksi dengan kesaksian dua oknum OAP tersebut, apalagi jika jabatan ondoafi atau Ondofolo dilantik di Jakarta, karena tidak pernah ada sejarah pelantikan Ondoafi dilakukan di Jakarta. Lanjut Erly Ibo dengan tegas bahwa Setiap Pemimpin adat di Tabi selalu dikukuhkan di Obhe atau di rumah Adat dan tentunya dilakukan  di Kampung  diatas tanahnya sendiri dan disaksikan oleh masyarakat adatnya, bukan di negeri Orang, ungkapnya.  

Pemuda asal Sentani yang pertama kali menggagas Natal Masyarakat Adat Tabi ini, juga menanyakan statement kedua warga Papua yang menyebutkan nama Laskar Palapa. Ibo menanyakan Apa Hubungan Laskar Palapa dengan status ke-ondoafian, sedangkan Palapa sendiri merupakan organisasi masyarakat pembela Pancasila. Apakah sebuah Ormas punya Hak untuk mengukuhkan raja atau pemimpin adat di Tabi atau di Papua? tanya Erly Ibo yang notabene adalah Ketua Lindungi Hak Anak Tabi.

Selaku ketua LIHAT Erly Ibo telah berkomunikasi dengan Lembaga Masyarakat Adat Port Numbay karena kejadian yang vital ini terjadi di Kota Jayapura dan telah direspon baik oleh Ketua LMA Port Numbay Ondoafi George Awi yang akan bertindak melalui jalur hukum untuk memproses kedua oknum tersebut.(dani)

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

© 2020 Detak Papua. All Rights Reserved.
Design by Velocity Developer