Detak Papua
NEWS TICKER

KEPALA SEKOLAH SMP N 1 MANOKWARI : OPTIMALISASI SEBAGAI UPAYA PENIINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

Wednesday, 18 August 2021 | 11:36 pm
Reporter: Jimmy Maloali
Posted by: Detak Papua
Dibaca: 72

insert Photo: Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Manokwari- PARJIYANTI,S.Pd,M.Pd

Hingga saat ini sekolah daring sudah berjalan dua setengah tahun pasca pandemi Covid 19. Merebaknya pandemi Covid 19 di seluruh dunia ini juga dirasakan di Indonesia khususnya di Provinsi Papua Barat, lebih khusus lagi  di Kabupaten Manokwari. Mewabahnya Covid-19 ini pun ber-akibat pada semua sendi kehidupan Manusia. Proses Belajar mengajar pun turut terdampak. Hal ini mengakibatkan proses belajar mengajar harus dilaksanakan secara daring. Selain itu untuk mengatasi setiap kendala proses belajar secara daring ini juga di tuntut kreativitas guru.

Demikian juga dengan Sekolah Menegah Pertama (SMP) Negeri 1 Manokwari. Dijumpai diruang kerjanya, kepala sekolah SMP N 1 Manokwari Parjiyanti,S.Pd.M.Pd. membenarkan bahwa Sekolah yang dipimpinnya sudah memasuki dua tahun lebih pelaksanaan belajar secara daring maupun Luring. Kepada detak papua ia menyampaikan, proses belajar mengajar bagi anak didiknya memang dilaksanakan secara daring, bagi mereka yang memiliki fasilitas prasarana Paket data atau wifi  dirumah. Sedangkan bagi siswa yang tidak memiliki fasilitas Jaringan wifi atau tidak mampu memenuhi kebtuhan akan paket data, proses belajar dilaksanakan secara Luring (Luar Jaringan). Sementara untuk para guru, sekolah menyediakan jaringan Wifi bagi Guru yang mengajar dari sekolah, dan juga menyediakan fasilitas paket data bagi guru yang mengajar dari rumah apabila kondisi kesehatannya tidak memungkinkan untuk mengajar dari sekolah.

Selanjutnya Orang nomor satu di SMP Negeri 1 manokwari ini menyampaikan, Guna mempertahankan mutu pendidikan dan belajar siswa, maka, pihak sekolah juga menyediakan diktat secara elektronik yang dikirim ke masing-masing siswa. Hal ini dilakukan sebagai upaya optimalisasi belajar siswa dari rumah. Sementara bagi siswa Luring sekolah menyediakan diktat yang dapat diperoleh di Perpustakaan sekolah untuk belajar dirumah. Belajar Luring inipun tidak setiap hari, namun setiap se-minggu dua kali Siswa harus datang ke sekolah untuk mengambil dan mengumpulkan tugas. Walaupun selama ini belajar secara daring berjalan lancar,  namun itu bukanlah yang diharapkan ungkap Kepala Sekolah. Karena belajar daring juga kadang terkendala pada gangguan jaringan. Belajar daring kendala utamanya adalah jaringan. Demikian juga dengan belajar Luring (luar Jaringan). Metode Luring pun menurut kepala sekolah SMP negeri 1 Manokwari, juga memiliki kekurangan. Salah satunya adalah siswa kadang tidak kesekolah untuk mengambil atau mengumpulkan tugas, dan ini mempengaruhi perolehan nilai siswa.

Persoalan lain yang muncul pasca pelaksanaan sekolah daring ini, adalah adanya siswa yang sekolah dari luar daearah manokwari. Ini dilakukan saat mengunjungi keluarga yang berada di luar Manokwari. Persoalan yang terjadi adalah bukan hanya hadir sekolah secara daring, siswa juga harus mengumpulkan tugas-tugas yang diberikan oleh sekolah, dan ketika siswa tidak berada di Kota manokwari, maka ini pun akan mempengaruhi perolehan nilai siswa. Untuk mengantisipasi berbagai hal yang dapat mempengaruhi proses belajar mengajar, maka, pihak sekolah selalu melakukan evaluasi untuk mencari solusi alternatif guna mengatasi masalah ini. Salah satu solusi yang tengah dijalankan oleh pihak sekolah saat ini adalah Home Visit, atau Kunjungan kerumah siswa. Hal ini dilakukan guna memetakan persoalan, apa saja kendala-kendala yang di alami siswa, sehingga pihak sekolah dapat mencari alternative solusi. Dengan demikian proses belajar mengajar dapat terlaksana sesuai target (mj).                         

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

© 2020 Detak Papua. All Rights Reserved.
Design by Velocity Developer