Detak Papua
NEWS TICKER

MRP PAPUA BARAT DUKUNG RENCANA PEMBUATAN FILM THE MANSINAM

Sabtu, 8 Januari 2022 | 2:34 pm
Reporter: Jimmy Maloali
Posted by: Detak Papua
Dibaca: 223

Insert : Anggota Pokja Agama Majelis Rakyat Papua Barat: Eddy Klaus Kirihio, dalam sesi wawancara bersama detakpapua.com||

Manokwari-detakpapua.com||Upaya memperkenalkan Mansinam ke dunia luar sebagai pulau peradaban melalui sebuah Film memang sudah harus dilakukan, mengingat sejarah Peradaban di Papua ini sudah dimulai sejak  masuknya Injil ke Tanah Papua pada tahun 1855 melalui Carl Wilhelm Ottow dan Johann Gottlob Geissler yang menerima panggilan Tuhan untuk membawa injil ke Tanah Papua, dimulai dari Pulau Mansinam yang akhirnya dapat merubah kehidupan Orang Papua hari ini.

Mengenai upaya menghadirkan Film tentang sejarah Peradaban orang Papua yang dimulai sejak 1855 inilah, detakpapua.com mencoba mewawancarai Kepala Perwakilan Yayasan Bejana Wilayah Provinsi Papua Barat, Eddy Kirhio yang juga merupakan anggota MRP Papua Barat Pokja Agama.

Dalam wawancaranya bersama detakpapua.com Kepala Perwakilan Yayasan Bejana, Eddi Kirhio menyampaikan, bahwa Film The Mansinam telah resmi di daftarkan ke-Kementerian Hukum dan Ham RI dengan nomor pencatatan hak cipta EC00201944579,tanggal 2 Juli 2019 sesuai Undang-Undang Nomor 28 tahun 2014 tentang Perlindungan Ciptaan di bidang Ilmu Pengetahuan Seni dan Sastra.

Menurut Anggota MRP Pokja Agama ini, hal ini disampaikan sebagai klarifikasi agar jangan sampai ada oknum yang tidak bertanggung jawab menggunakan nama serupa untuk kepentingan dan tujuan yang salah.

“Hari ini saya akan menyampaikan klarifikasi tapi juga menyampaikan tujuan besar Yayasan Bejana Khususnya dalam rencana pembuatan film The Mansinam. Mungkin saya cerita mulai dari awalnya. Jadi, ide ini muncul pertama kali oleh kakak Harun Mandabayan di Jakarta. Beliau adalah seorang pensiunan Pelaut. Melalui beliaulah muncul ide bagaimana Mansinam ini menjadi terkenal dan mendunia”.

Pada tahun 2015 Harun Mandabayan bertemu saya lalu menyampaikan visi misinya tentang bagaimana mengangkat nama Mansinam ini ke dunia Internasional. Kemudian pada pada tahun 2017 waktu itu (Alm). Bupati Demas Paulus Mandacan setelah terpilih menjadi Bupati Manokwari kami sempat membangun Komunikasi dan Bupati sempat memberikan rekomendasi kepada Yayasan Bejana ungkap Eddy Kirhio. Pada waktu itu juga datang David Silahooy salah satu penyiar stasiun tv Swasta Nasional bersama Harun Mandabayan kemudian mengambil beberapa spot gambar serta mewawancarai sejumlah tokoh Papua tentang Sejarah Injil di Tanah Papua.

Salah satu yang paling menarik dari hasil wawancara yang dilakukan waktu itu adalah ungkapan yang disasmpaikan oleh Almarhum Bupati Demas Paulus Mandacan, yakni tentang pandangan orang Kristen tentang pulau Mansinam sebagai Pulau Bersejarah. Bahkan sejarah tersebut penting untuk diceritakan secara visual dan salah satunya melalui pembuatan film tutur Eddy. “Dua tahun saya tidak ada komunikasi dengan teman-teman dari yayasan Bejana ini karena saya waktu itu sifatnya hanya mengantar. Tetapi ada beberapa orang oknum yang terlibat mereka masuk lalu kemudian putus komunikasi dengan pihak Yayasan untuk melaksanakan Visi dan Misi Yayasan terkait Program The Mansinam. Selama dua tahun tersebut Bejana tidak bisa menjalankan program di Manokwari. Dengan demikian saya ditunjuk langsung oleh Yayasan Bejana melalui Surat Keputusan sebagai Kepala perwakilan Bejana di Provinsi Papua Barat, ujarnya.

Lebih jauh anggota Pokja Agama Majelis Rakyat Papua Barat ini menegaskan bahwa adanya informasi Film The Mansinam ini akan diperankan oleh salah satu actor Holly wood bernama Denzel Washington itu tidak benar tuturnya. Eddi Kirhio menegaskan, hari ini seluruh orang di Tanah Papua harus tahun bahwa Yayasan Bejana yang di Nahkodai oleh Ir. Robinson Haloho sebagai Ketua Yayasan Bejana dan Harun Mandabayan Sebagai Sekretaris, masih terus melakukan koordinasi. Yayasan Bejana Juga telah mendapatkan beberapa rekomendasi penting untuk melakukan kegiatan yang berkaitan dengan Rencana Program Film The Mansinam ini.

Anggota MRP Pokja Agama ini juga menegaskan Sinopsis Film The Mansinam ini secara lengkap akan di tulis oleh Greg Poulgrain seorang ahli Sejarah. Greg Poulgrain akan ditemani Pdt.Dr. Rainer Scheunemann dalam melakukan riset guna penyempurnaan Penulisan sinopsis The Mansinam. Anggota MRP Papua Barat yang juga merupakan Kepala pewakilan Bejana Provinsi Papua Barat ini, juga menuturkan bahwa Yayasan Bejana telah memperoleh ijin keluarga Ottow dan Geissler sebagai pemilik sejarah. Bahkan Keluarga Ottow dan Geisller juga turut mendukung dengan memberikan dokumen berupa catatan harian dua penginjil, dan itu akan menjadi dasar untuk melakukan riset lebih lanjut bagi penyempurnaan penulisan sinopsis sehingga hasilnya benar-benar original ungkap Eddy Kirhio.

“Saya disini sebagai perwakilan Yayasan Bejana bertugas menjaga agar jangan ada lagi Oknum yang mencoba menggagalkan visi The Mansinam ini, karena kami ingin menyelamatkan aset bersejarah ini. Selain itu, tim Bejana juga sudah memperoleh rekomendasi dari tiga marga Besar di Mansinam dan juga sudah melakukan koordinasi bahkan sudah memperoleh persetujuan Gereja Kristen Injili di Tanah Papua”.

Sebagai aset sejarah Orang Papua, Sebagai Aset Sejarah Ottow dan Geissler, dan juga sebagai aset spritual, maka wilayah Mansinam merupakan Pusat Pelayanan Penginjjilan GKI di tanah Papua. sebagai perpanjangan Yayasan Bejana di Tanah Papua dan sebagai Anggota Majelis Rakyat Papua maka saya dapat menegaskan bahwa MRP Papua Barat sudah memberikan rekomendasi kepada Bejana Untuk melaksanakan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan Program The Mansinam.

Jadi, berbicara soal aset sejarah ini, perlu kita jaga dan perlu kita angkat. Sehingga dua tahun lalu saya sendiri yang membawa rekomendasi untuk menyerahkan kepada Yayasan Bejana di Gedung PGI cikini Jakarta dan dihadiri oleh Greg Poulgrain Sejarawan dari Australia yang akan melakukan riset serta mempersiapkan Sinopsis Film The Mansinam.

Sebagai Kepala Perwakilan Yayasan Bejana di Provinsi Papua Barat, Eddy menyampaikan tugas perwakilan Bejana di daerah adalah menjalankan tugas yang didelegasikan oleh Kantor pusat Yayasan Bejana di Jakarta  kepada tim Bejana di daerah. Perlu diketahui juga Yayasan Bejana sedang melakukan penjajakan kerjasama untuk misi besar Film ini. Memang Bejana berpikir The Mansinam ini akan sampai ke Hollywood. Tapi ini kan sebuah proses yang akan berkembang kedepannya sambungnya. Ini juga akan kita lihat dari penulisan hasil Riset Greg Poulgrain dan Pendeta Rainer Scheunemann, karena hasil Riset ini juga akan menentukan siapa aktor dan siapa sutradara yang akan menukangi The Mansinam.

Sebagai Kepala Perwakilan Yayasan Bejana, Pemilik Gagasan The Mansinam, Eddy Kirhio berharap nantinya siapapun boleh berkontribusi demi suksesnya film ini. Karena film ini bercerita tentang sejarah peradaban orang Papua melalui dua Penginjil dari pulau Mansinam pada tahun 1855 sampai ke seluruh Tanah Papua (mj)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *

© 2020 Detak Papua. All Rights Reserved.
Design by Velocity Developer