Detak Papua
NEWS TICKER

DORLINCE MEHUE : OTSUS JILID II PEMERINTAH HARUS MENGALIRKAN MATA AIR BUKAN AIR MATA KEPADA WARGA

Kamis, 23 September 2021 | 2:25 pm
Reporter: daniel eluay
Posted by: Detak Papua
Dibaca: 243

INSERT: Dorlince Mehue, saat berikan keterangan pers di Obhe Kampung Sereh, disela – sela kegiatan Konggres Besar 1 Masyarakat Adat Wilayah Tabi.(daniel).

 

Sentani – Jayapura | Detak Papua.com || Anggota MRP dari Pokja Agama, Dorlince Mehue, SE., Mengatakan Masyarakat Adat Tabi menggelar Kongres Besar I pada Rabu (22/9/2021) di Pendopo Igwa-igwa Ondikeleuw Haleufoiteuw Hele Wabhouw, Kampung Sereh, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura. salah satu yang diusung dalam pembahasan didalam Kongres ini yakni 20 tahun otsus belum dinikmati secara maksimal oleh Masyarakat. Maka  Konggres Besar 1 Masyarakat wilayah Adat Tabi, mencoba merumuskan berbagai harapan untuk pelaksanaan otsus jilid 2.

Kongre Besar pertama Masyarakat Adat Tabi ini juga dihadiri oleh beberapa pejabat Pemerintahan Wilayah adat Tabi sekaligus sebagai pemateri diantaranya, Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, SE, M.Si, dan Walikota Jayapura Benhur Tommy Mano yang juga selaku Kepala Daerah yang ada di Wilayah Adat Tabi.

” Kongres Besar I Masyarakat Adat Tabi ini digelar untuk merumuskan apa yang menjadi pergumulan masyarakat Adat Tabi selama 20 tahun pemberlakuan Otsus Papua Jilid I,” ucap Mehue. Kenapa ada kongres besar ini, karena 20 tahun Otsus kami masyarakat Tabi benar-benar tidak menikmati manfaat yang maksimal,” ungkap perempuan yang merupakan peserta kongres dari utusan Gereja, saat ditemui wartawan di sela-sela pelaksanaan kongres tersebut. Dorlince, melanjutkan bahwa kongres besar tersebut digelar untuk semua unsur masyarakat adat Tabi dari semua lini dan semua level. Baik itu, perempuan, pemuda, masyarakat adat dan Ondofolo, untuk dapat berbicara tentang jati diri masyarakat adat Tabi.

Pada Kongres ini semua diundang, kalau saya diundang sebagai anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) dari Lembaga Kultur. Sekalipun diutus oleh gereja, tetapi saya sebagai anak asli masyarakat adat Tabi, kami wajib hadir, ucap Tokoh Perempuan  ini. Harapan Kami, ucap Dorlince Mehue, agar keberadaan masyarakat adat Tabi dapat lebih dihargai di era Otsus Jilid II dan berbagai Aspirasi yang muncul dari masyarakat di Otsus Jilid II ini Pemerintah harus mengalirkan mata air, jangan lagi mengalirkan air mata.

Ditegaskan, Perempuan Adat Tabi ini, Kongkritnya, mereka usul bahwa harus satu koma sekian persen berikan sebagai bantuan langsung tunai kepada seluruh masyarakat orang asli Papua per kepala keluarga. Perhatian juga diharapkan datang dari pemerintah kepada masyarakat adat Tabi. “Harus memproteksi hak-hak masyarakat adat Tabi. Karena semua unsur pemerintahan ada di atas Tanah Tabi,”sambungnya.

Konggres Besar 1 ini turut dihadiri berbagai elemen masyarakat adat Tabi  baik kepala suku, tokoh perempuan, tokoh pemuda tokoh agama, serta sebagai representasi masyarakat adat Tabi yang mendiami Kota/Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom, Sarmi dan Kabupaten Mamberamo Raya. (daniel).

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *

© 2020 Detak Papua. All Rights Reserved.
Design by Velocity Developer