Detak Papua
NEWS TICKER

BALAI PELATIHAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PROVINSI PAPUA GELAR FGD

Friday, 11 June 2021 | 6:01 pm
Reporter: Jimmy Maloali
Posted by: Detak Papua
Dibaca: 99

Insert Photo: Peserta Kegiatan FGD yang diselengarakan oleh Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Provinsi Papua.

Manokwari detakpapua.com. Dalam rangka meningkatkan kapasitas masyarakat kampung khususnya dalam implementasi program-program pembangunan kemasyarakatan, Kementerian Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Provinsi Papua melaksanakan Fokus Grup Diskusi, Jumat 11 Juni 2021.  FGD dilaksanakan di Kabupaten Manokwari dan di ikuti oleh berbagai peserta dari berbagai Kabupaten di Papua Barat.

Panitia FGD kemudian membagi peserta ke dalam beberapa kelompok Seperti kelompok Dinas, kelompok Disktrik, dan juga kelompok kader. Mengenai FGD  ini Esau Renmaur, Ketua Pelaksana kegiatan kepada media ini menyampaikan, diskusi ini untuk mendapatkan berbagai masukan dari setiap stake holder baik dinas, distrik, dan bahkan dari kepala kampung.

Terkait masukan-dari diskusi ini Esau Renmaur menyampaikan “kami tentu akan menyesuaikan program-program kemudian mengkoordinasikan dengan mereka. Kemudian yang kedua kami akan mendapatkan dukungan baik dari dinas terkait, distrik maupun kepala kampung untuk mengelola menata, memanfaatkan alumni-alumni yang kami latih sehingga proses pemberdayaan masyarakat dikampung-kampung itu bisa dapat berjalan dengan baik, dengan demikian kami percaya bahwa suatu saat nanti masyarakat kampung akan terus berusaha meningkatkan taraf hidup ekonomi mereka” tuturnya.

Salah satu yang dibahas dalam diskusi ini juga terkait pengelolaan BUMDES. Detak Papua mencoba mngorek sedikit informasi menyangkut Bumdes ini.  Kepada media ini Ketua Pelaksana Kegiatan menjelaskan bahwa akan disesuaikan dengan hasil rumusan hari ini. Desk pariwisata, desk kader pemberdayaan, desk Badan Usaha Miliki Kampung, dan juga POKADES, itu akan sangat menolong kami kedepan untuk menyusun program-program pemberdayaan untuk tanah Papua Barat kedepan.

Dalam wawancaranya bersama detak Papua,  ketika ditanya terkait pengelolaan BUMDES, Esau Renmaur  menyampaikan menurut pengalaman yang  mereka alami, dibeberapa wilayah BUMDES memiliki kelemahan yang sama baik di Papua dan Papua Barat. Pengalaman kami seperti itu ungkapnya kepada detak papua.  Pemerintah daerah selalu mendorong agar BUMDES ini dilaksanakan, tetapi tidak pernah secara intens mensosialisasikan Apa itu BUMDES, APA yang harus dikerjakan di BUMDES, dokumen resmi BUMDES itu yang mana? Bahkan dalam temuan di beberapa daerah masyarakat dibuatkan BUMDES, tetapi tidak memiliki dokumennya, sehingga masyarakat tidak mendapatkan akses untuk memperoleh bantuan yang lain ungkapnya.

Sementara itu Undang-undang mengamanatkan bahwa dari dana desa itulah kemudian bisa memberikan bantuan penyertaan modal dengan catatan harus memiliki dokumen resmi. Sepanjang dia tidak memiliki dokumen Bumdes dia tidak bisa mendapatkan dana bantuan dari dana desa.

 Esau Renmaur melanjutkan, masalah Lainnya adalah masyarakat yang dibentuk  menjadi Bumdes itu sendiri juga tidak dibekali dengan pengetahuan bagaimana mengelola manajemen Bumdes ini. Potensi apa yang harus dikeloa dan bagaimana tehnik mengelolanya, itu yang menjadi persoalan saudara-saudara kami dikampung.

Ia juga menyampaikan kadang kala Dinas-dinas terkait berpikir sudah membentuk Bumdes, tetapi kelemahannya adalah tidak dibekali dengan pengetahun yang cukup akhirnya apa yang dibentuk menjadi sia-sia. Melalui kegiatan hari ini kita mencoba untuk menyatukan pemikiran-pemikiran kita bersama dinas instansi untuk kita sama-sama mendorong masyarakat kita bagaimana masyarakat mengelola Badan Usaha Milik Desa ini (MJ).

 

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

© 2020 Detak Papua. All Rights Reserved.
Design by Velocity Developer