Detak Papua
NEWS TICKER

ASISTEN II SEKDA KABUPATEN JAYAPURA, LEPASKAN TIM PEMBERSIHAN INTAKE PDAM JAYAPURA

Saturday, 20 March 2021 | 7:12 am
Reporter: Daniel Eluay
Posted by: Detak Papua
Dibaca: 112

Penyerahan Alat Kerja oleh Asisten II Sekda Kabupaten Jayapura, Eddy Susanto, kepada Tim Pembersihan Intake PDAM

 

Detak Papua.com – Dalam menyambut hari air sedunia yang puncaknya diperingati pada tanggal 22 Maret 2021 mendatang, Pemerintah Kabupaten Jayapura berkomitmen mendukung pelestarian alam dalam rangka menjaga ketersediaan air untuk kehidupan masyarakat. Hal ini telah diwujud nyatakan dengan  mengimplementasikan Peraturan Daerah tentang perlindungan alam kawasan pegunungan cycloop.

Dengan adanya Peraturan daerah tentang perlindungan cagar alam Cyloop ini diharapkan juga dapat ditindak lanjuti dengan peraturan – peraturan di bawahnya untuk bisa melakukan tindakan pelestarian sumber – sumber kehidupan terutama sumber air,  karena air merupakan sumber dasar bagi kehidupan manusia. Mengapa penting pelestarian air dan lingkungan, alasannya sederhana karena dengan adanya air maka jaminan kelestarian lingkungan jaminan kehidupan dan jaminan kesehatan dapat terpenuhi.

Asisten Dua Sekda Kabupaten Jayapura Eddi Susanto, mengatakan, ini sudah cukup bagus. PDAM sebagai inisiator dapat merangkul  unit-unit kerja masyarakat dalam rangka menjaga pelestarian lingkungan sekaligus juga menjaga kelangsungan debit air yang sangat dibutuhkan olehkehidupan Semua masyarakat yang hidup di bawah kaki Gunung Cycloop.

“Dibutuhkan kesadaran tinggi bagi masyarakat untuk bisa betul-betul menjaga kelestarian lingkungan. Karena besar manfaat akan pelestarian lingkungan. Tetapi jika kita melakukan perusakan lingkungan di wilayah cagar alam maka akan jauh lebih besar kerugiannya,” ucap Eddi Susanto.

JIka kita ingat kembali sudah 2 tahun terakhir ini pasca bencana banjir yang melanda kita dan tidak bisa kita atasi karena diluar kemampuan kita, semua itu akibat dari pembuatan ladang yang berpindah-berpindah. Oleh sebab itu Kami menghimbau agar masyarakat yang membuka ladang secara “nomaden”( berpindah-pindah) ini untuk segera berhenti.!

Selanjutnya Ass.dua Kabupaten Jayapura menyampaikan diperlukan kesadaran bersama oleh semua elemen baik pemerintah maupun masyarakat, ibarat ”tikus lebih cerdas dari kucing” kalau bisa bekerjasama akan bisa terjaga dengan baik kelestariannya. Khususnya kelestarian alam dalam menunjang ketersediaan debit air karena sumber kehidupan di Jayapura dan sekitarnya termasuk wilayah kota juga bergantung Sumber yang sama yakni kawasan alam pegunungan cycloop.

Populasi penduduk semakin hari semakin banyak dan kebutuhan akan air bersih semakin tinggi. Oleh sebab itu wajib bagi kita menjaga kelestarian lingkungan. Lanjut Eddi Susanto, kalau sudah ada peraturan daerah dan juga sudah ada undang-undang tentang lingkungan maka itu sebenarnya ada pelanggaran hukum ketika masyarakat melanggar dengan membuka lahan perkebunan, dan ini bisa di tindak tegas karena, membuka lahan baru dengan menebang pohon dan membakar lahan itu termasuk dalam kategori perusakan lingkungan.

Lebih jauh lagi Assisten dua, Eddy Susanto menyampaikan memang di Papua pada umumnya atau di Kabupaten Jayapura pada khususnya ada kendala-kendala dalam penegakan hukum, salah satunya dukungan dari pemilik hak ulayat. Ini yang perlu menjadi perhatian bersama agar adanya kerjasama semua stakeholders baik Pemerintah, aparat Keamanan, dan pemilik ulayat dalam upaya melestarikan lingkungan. (Dani)

 

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

© 2020 Detak Papua. All Rights Reserved.
Design by Velocity Developer